Marak Baliho Tokoh Politik: Tak Punya Sense of Crisis atau Telanjur Teken Kontrak?

Sabtu, 07 Agustus 2021 - 11:53 WIB
loading...
Marak Baliho Tokoh Politik:...
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Keberadaan baliho tokoh politik di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini menyedot perhatian banyak pihak. Ada yang mengkritisi, tak sedikit yang membela.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan pun mengakui bahwa pemasangan baliho-baliho yang masif itu terkesan tidak tepat di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Sejak Juni 2021, kata dia, kasus Covid-19 di Tanah Air menghantam keras sistem kesehatan maupun ekonomi masyarakat.

Sehingga, tokoh-tokoh yang ada di berbagai baliho itu dinilai tidak punya sense of crisis atau kepekaan dalam menghadapi krisis oleh sebagian besar masyarakat. Sejumlah tokoh itu juga dianggap seperti kurang empati dengan penderitaan sakit dan ekonomi masyarakat.

"Tetapi, dugaan saya, para tokoh yang memasang baliho itu bukan tidak mengerti bahwa baliho-baliho itu bisa dipersepsi negatif. Kalau kita perhatikan, baliho-baliho tersebut, kecuali punya AHY, itu mulai bermunculan sekitar April dan Mei," ujarnya kepada SINDOnews, Sabtu (7/8/2021).

Baca juga: Di Balik Perang Baliho Para Tokoh Politik

Dia menambahkan, diketahui bahwa kasus Covid-19 tampak mulai landai pada bulan April dan Mei lalu. "Dan kasus per hari sempat mencapai angka yang relatif rendah, 4 ribuan. Ini diikuti juga dengan tampak makin lebarnya ekonomi dibuka, bahkan ada rencana untuk segera membuka sekolah-sekolah untuk tatap muka kembali," katanya.

Dia menduga pemerintah maupun para tokoh tersebut tidak punya antisipasi kalau Indonesia akan dihantam gelombang kedua pandemi Covid-19 yang berbentuk gelombang tsunami akibat longgarnya pembatasan sosial di musim liburan berbarengan dengan mengamuknya varian delta.

"Jadi mungkin saja, di bulan-bulan April dan Mei itu, para tokoh ini sudah telanjur meneken kontrak untuk pemasangan baliho-baliho tersebut untuk waktu yang cukup lama, minimal sebulan," ungkapnya.

Baca juga: Demokrat Sebut Baliho AHY Bukan untuk Pilpres tapi Melawan Moeldoko

Dia mengungkapkan, pemasangan baliho terutama di tempat-tempat strategis tentu harus menyewa tempatnya, misalnya kepada pemerintah daerah. "Bisa jadi kesepakatan untuk memasang baliho sudah dilakukan dan dibayar, tapi baru saja dipasang, kita mengalami tsunami Covid-19 gelombang kedua yang mengharu biru Indonesia sejak Juli lalu," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Momen Hangat Prabowo-Megawati,...
Momen Hangat Prabowo-Megawati, Tertawa hingga Bergandeng Tangan
Kilas Balik Perjalanan...
Kilas Balik Perjalanan Politik Prabowo Diputar di Istana, Termasuk saat Bersama Megawati di Pilpres 2009
Seskab Teddy Temui Wapres...
Seskab Teddy Temui Wapres Gibran, Silaturahmi dan Bahas Kondisi Tanah Air
Anies Ketemu AHY saat...
Anies Ketemu AHY saat Halalbihalal di Cikeas, Bahas Apa?
Megawati Berbincang...
Megawati Berbincang 2,5 Jam dengan Presiden Timor Leste Ramos Horta, Ini Obrolannya
Kapal Induk AS Rusak...
Kapal Induk AS Rusak Parah dan Berlumuran Darah di Baliho Iran
Dalam 24 Jam, Ferry...
Dalam 24 Jam, Ferry Irwandi Kumpulkan Dana Rp8,2 Miliar untuk Pemulihan Banjir dan Longsor Sumatra
Kenang Ulama Betawi...
Kenang Ulama Betawi KH Bunyamin, Pemuda Jakbar: Teladan Bagi Anak Muda
Rekomendasi
Indonesian Padel League...
Indonesian Padel League 2026 Dimulai Agustus, Kompetisi Padel Masuk Era Profesional
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
Maroko Jadi Sorotan...
Maroko Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Ternyata Negeri Ini Melahirkan 6 Tarekat Besar Dunia
Berita Terkini
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Infografis
Kontrak Tak Diperpanjang...
Kontrak Tak Diperpanjang Chelsea, Jorginho Resmi Gabung Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved