Di Balik Perang Baliho Para Tokoh Politik

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 16:39 WIB
loading...
Di Balik Perang Baliho...
Aksi tokoh politik tentu tidak jauh dari hal-hal yang berhubungan dengan politik, termasuk baliho. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Baliho hingga billboard reklame sejumlah tokoh politik bertebaran di pinggiran jalan berbagai daerah di Indonesia. Pandemi Covid-19 tak membuat surut para tokoh tersebut untuk tampil meraih simpati publik. Justru mereka menunjukkan gelagat, inilah saat yang tepat.

Baliho Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) hingga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mudah dijumpai di jalanan.

Pesan dan tulisan yang disampaikan di dalamnya beragam. Baliho Puan Maharani misalnya, "Kepak Sayap Kebhinekaan" hingga "Jaga Iman Jaga Imun". Lalu, baliho AHY dengan "Demokrat Nasionalis Religius Berkoalisi dengan Rakyat". Selanjutnya, baliho Cak Imin dengan "Padamu Negeri Kami Berbakti". Lalu, apa maksud dari masifnya pemasangan baliho sejumlah tokoh politik tersebut di tengah Pandemi Covid-19 sekarang ini?

Baca juga: Demokrat Sebut Baliho AHY Bukan untuk Pilpres tapi Melawan Moeldoko

"Kalau menurut saya, kenapa baliho-baliho itu masih terpasang di berbagai daerah. Karena, pertama, dari hasil studi di Indonesia, terutama bagi mereka yang kelas menengah ke bawah, tingkat pendidikannya rendah, di Sub Urban, urban pinggiran, itu mereka masih melihat baliho atau spanduk sebagai isyarat kesungguhan tokoh tersebut untuk mencalonkan diri," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo kepada SINDOnews, Jumat (6/8/2021).

Sehingga, kata dia, masyarakat akan menilai tokoh yang tidak memasang baliho itu tidak berniat maju ke Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). "Tapi ketika tokoh tersebut sudah pasang baliho, gede-gede lagi, banyak lagi, terus spanduk, maka orang mulai mempersepsikan bahwa tokoh ini sudah punya komitmen untuk menceburkan diri dalam pertarungan politik," kata Kunto.

Kedua, menurut dia, adalah pemasangan baliho itu untuk membuat tokoh tersebut lebih populer di masyarakat. "Ya mungkin dari beberapa nama lah seperti Airlangga Hartarto masih butuh popularitas. Mba Puan menurut saya enggak terlalu butuh karena siapa sih yang enggak kenal Mba Puan, cucu Soekarno, anaknya Megawati," katanya.

Dia menilai mungkin yang tidak diketahui sebagian masyarakat adalah kiprah Puan Maharani. "Tapi kalau Mba Puannya sendiri saya yakin popularitasnya sudah tinggi," ujar Kunto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Momen Hangat Prabowo-Megawati,...
Momen Hangat Prabowo-Megawati, Tertawa hingga Bergandeng Tangan
Kilas Balik Perjalanan...
Kilas Balik Perjalanan Politik Prabowo Diputar di Istana, Termasuk saat Bersama Megawati di Pilpres 2009
Seskab Teddy Temui Wapres...
Seskab Teddy Temui Wapres Gibran, Silaturahmi dan Bahas Kondisi Tanah Air
Anies Ketemu AHY saat...
Anies Ketemu AHY saat Halalbihalal di Cikeas, Bahas Apa?
Megawati Berbincang...
Megawati Berbincang 2,5 Jam dengan Presiden Timor Leste Ramos Horta, Ini Obrolannya
Dalam 24 Jam, Ferry...
Dalam 24 Jam, Ferry Irwandi Kumpulkan Dana Rp8,2 Miliar untuk Pemulihan Banjir dan Longsor Sumatra
Kantor Sekretariat DPD...
Kantor Sekretariat DPD Partai Perindo Puncak Jaya Dibakar, Deiron Kogoya: Pemilukada Sudah Selesai, Pelaku Harus Diusut!
Kenang Ulama Betawi...
Kenang Ulama Betawi KH Bunyamin, Pemuda Jakbar: Teladan Bagi Anak Muda
Rekomendasi
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Berita Terkini
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved