Bicara Kritik Jantung Demokrasi, Fadjroel Minta Hindari Hinaan dan Bully
Senin, 02 Agustus 2021 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
"Setiap praktik kebebasan kritik perlu melandaskan pada tatanan nilai sosial keindonesiaan yang ditopang nilai saling menghormati, kesantunan, tata krama, toleransi dan kegotongroyongan," terangnya.
Fadjroel menilai selama ini Jokowi memilih menjauhi kritik yang menggunakan praktik stigma, perundungan dan fitnah. "Oleh karenanya Presiden menjauhi praktik stigma, perundungan, fitnah, dan anti toleransi," tambahnya.
Tidak hanya masyarakat, aktor pemerintah dalam menyampaikan pendapat juga harus berlandaskan demokrasi yang berlandaskan nilai budaya santun. Baca juga: Tuntutan Juliari Batubara Dikritik, KPK Berdalih OTT terkait Suap
"Oleh karena itu seluruh aktor negara demokrasi perlu meneladani praktik kebebasan demokrasi yang berbasis pada tatanan nilai sosial keindonesiaan yang dicontohkan oleh Presiden Joko Widodo dan menjadi tradisi dalam kebudayaan Indonesia dan tradisi berpikir kritis (critical thinking) dalam kemajuan IPTEK," pungkasnya.
Fadjroel menilai selama ini Jokowi memilih menjauhi kritik yang menggunakan praktik stigma, perundungan dan fitnah. "Oleh karenanya Presiden menjauhi praktik stigma, perundungan, fitnah, dan anti toleransi," tambahnya.
Tidak hanya masyarakat, aktor pemerintah dalam menyampaikan pendapat juga harus berlandaskan demokrasi yang berlandaskan nilai budaya santun. Baca juga: Tuntutan Juliari Batubara Dikritik, KPK Berdalih OTT terkait Suap
"Oleh karena itu seluruh aktor negara demokrasi perlu meneladani praktik kebebasan demokrasi yang berbasis pada tatanan nilai sosial keindonesiaan yang dicontohkan oleh Presiden Joko Widodo dan menjadi tradisi dalam kebudayaan Indonesia dan tradisi berpikir kritis (critical thinking) dalam kemajuan IPTEK," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :