Bicara Kritik Jantung Demokrasi, Fadjroel Minta Hindari Hinaan dan Bully

Senin, 02 Agustus 2021 - 14:37 WIB
loading...
Bicara Kritik Jantung...
Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman menyebut bahwa kritik adalah jantung dari kemajuan sebuah demokrasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta masyarakat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman menyebut bahwa kritik adalah jantung dari kemajuan sebuah demokrasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta masyarakat. Meski begitu kritik jangan sampai penyampaian kritik disertai kekerasan, hinaan, hingga perundungan (bully).

Fadjroel mengatakan perjuangan reformasi 1998 adalah perjuangan untuk menegaskan bahwa kritik merupakan jantung kemajuan demokrasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta masyarakat. Bahkan Indonesia menempatkan kebebasan mengeluarkan pendapat dan berserikat pada konstitusi UUD NRI Tahun 1945 Pasal 28. Baca juga: Terima Banyak Kritik Bansos Dikorupsi, Mahfud MD: Itu Sudah Diselesaikan Secara Hukum

Meski demikian, dalam pelaksanaan hak konstitusional setiap warga negara Indonesia menurut UUD NRI Tahun 1945 harus memperhatikan Pasal 28J. Pasal tersebut memberikan batasan untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain.

"Praktik kritik yang mengikuti kaidah iptek dan demokrasi, tidak akan menggunakan kekerasan komunikasi seperti stigma, fitnah, hinaan, dan perundungan,” ujar Fadjroel dalam keterangan tertulis, Senin (2/8/2021).

Dia menilai kritik yang dibungkus perundungan atau kekerasan tidak akan membentuk sebuah komunikasi yang setara melainkan mendorong terbentuknya lingkaran kekerasan (spiral of violence).

"Kekerasan komunikasi akan menghalangi proses terbentuknya komunikasi timbal balik dan setara. Sebaliknya, akan mendorong terbentuknya lingkaran kekerasan (spiral of violence), yaitu kondisi yang ditandai oleh praktik yang hanya bertujuan menjatuhkan dan menghancurkan satu sama lain (zero sum game)," jelasnya.

Dia membeberkan bahwa demokrasi Indonesia merupakan pertemuan antara beragam nilai-nilai global dan lokal. Kemudian dalam menyampaikan kritik harus berlandaskan pada tatanan nilai sosial di Indonesia.

"Setiap praktik kebebasan kritik perlu melandaskan pada tatanan nilai sosial keindonesiaan yang ditopang nilai saling menghormati, kesantunan, tata krama, toleransi dan kegotongroyongan," terangnya.

Fadjroel menilai selama ini Jokowi memilih menjauhi kritik yang menggunakan praktik stigma, perundungan dan fitnah. "Oleh karenanya Presiden menjauhi praktik stigma, perundungan, fitnah, dan anti toleransi," tambahnya.

Tidak hanya masyarakat, aktor pemerintah dalam menyampaikan pendapat juga harus berlandaskan demokrasi yang berlandaskan nilai budaya santun. Baca juga: Tuntutan Juliari Batubara Dikritik, KPK Berdalih OTT terkait Suap

"Oleh karena itu seluruh aktor negara demokrasi perlu meneladani praktik kebebasan demokrasi yang berbasis pada tatanan nilai sosial keindonesiaan yang dicontohkan oleh Presiden Joko Widodo dan menjadi tradisi dalam kebudayaan Indonesia dan tradisi berpikir kritis (critical thinking) dalam kemajuan IPTEK," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
Rekomendasi
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Rosan Roeslani: Dukungan...
Rosan Roeslani: Dukungan Prabowo Jadi Kunci Lahirnya Juara Dunia
Berita Terkini
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Roy Suryo usai Penangguhan...
Roy Suryo usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan: Ini Kemenangan Rakyat Indonesia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved