Atasi Perubahan Iklim dan Pemanasan Global Dinilai Butuh Sinergi Negara Lain

Senin, 02 Agustus 2021 - 07:51 WIB
loading...
Atasi Perubahan Iklim dan Pemanasan Global Dinilai Butuh Sinergi Negara Lain
Waketum MUI, Anwar abbas berharap, pemimpin dan ilmuan di Indonesia bersatu menangani masalah perubahan iklim dan pemanasan global khususnya di Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar abbas berharap, pemimpin dan ilmuan di Indonesia terutama mereka yang ahli dibidangnya dapat bersatu menangani masalah perubahan iklim dan pemanasan global khususnya di Indonesia.

Baca juga: Sinyal Jakarta Tenggelam

Hal ini disampaikan usai pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terkait Jakarta diprediksi akan tenggelam 10 tahun lagi.

"Karena bagaimanapun persoalan perubahan iklim dan pemasan global tidak bisa ditangani sendiri, tapi harus bersama-sama dengan negara lain, melalui badan-badan dan kesepakatan tingkat dunia. Sebab pemicu dari perubahan iklim itu," kata Anwar kepada MPI, Senin (2/8/2021)

Baca juga: Presiden AS Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Pemerintah Diminta Tak Reaktif

Mengutip pernyataan Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria, permukaan tanah di Jakarta telah mengalami penurunan setiap tahunnya. Yang dampaknya akan terjadi banjir rob di daerah belahan utara kota Jakarta dan di beberapa daerah rendah di pinggir pantai lainnya di Indonesia.

Baca juga: Presiden AS Joe Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Ariza Beberkan Antisipasi DKI

"Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah harus berkoordinasi memikirkan bagaimana negara kita bisa berkontribusi bersama negara-negara lain di dunia untuk menghambat dan mencegah terjadinya perubahan iklim global tersebut dan secara nasional," jelasnya.

Ia menambahkan, jika hal demikian tetap tidak dapat dicegah maka sebagai bangsa diharapkan siap dengan berbagai alternatif dan solusi serta langkah-langkah guna mengantisipasi dan menghadapi masalah tersebut.

"Agar kita bisa meminimalisir risiko dan dampak buruk yang akan menimpa negeri kita akibat perubahan iklim dan pemanasan global terutama kota Jakarta yang memang sudah disebut oleh Joe Biden sebagai salah satu kota di dunia yang akan terkena dampak besar dari perubahan iklim tersebut dan kita sebagai bangsa tentu saja tidak mau hal itu terjadi," harapnya.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS Joe Biden menyebutkan Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia terancam tenggelam dalam 10 tahun mendatang. Pernyataan itu disampaikan Biden saat berbicara tentang perubahan iklim di Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat pada Selasa (27/7/2021) lalu.

"But what happens, what happens in Indonesia if the projections are correct that, in the next 10 years, they may have to move their capital because they’re going to be underwater?" kata Joe Biden dikutip dari whitehouse.gov.
(maf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2349 seconds (10.177#12.26)