Presiden AS Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Pemerintah Diminta Tak Reaktif
Sabtu, 31 Juli 2021 - 20:08 WIB
loading...
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera meminta pemerintah untuk tidak terlalu reaktif terkait pernyataan Presiden AS, Joe Biden terkait Jakarta diprediksi akan tenggelam 10 tahun lagi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera meminta pemerintah untuk tidak terlalu reaktif terkait pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terkait Jakarta diprediksi akan tenggelam 10 tahun lagi.
"Pertama kalem aja. Masukan pihak luar mesti dilihat konteksnya bisa diterima dan bisa dikaji. Kita lakukan dengan dasar kepentingan nasional," ujar Mardani ketika dikonfirmasi, Sabtu (31/7/2021). Baca juga: Presiden AS Joe Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Ariza Beberkan Antisipasi DKI
Dia menyebutkan perihal prediksi Jakarta tenggelam dan perpindahan Ibu Kota harus disesuaikan dengan kebutuhan prioritas pemerintah saat ini.
"Kedua, enggak usah reaktif. Kita ucapkan terima kasih atas masukannya. Tapi kita putuskan sesuai dengan data, fakta, analisa dan kepentingan nasional kita. Ketiga, fokus pada pandemi yang di depan mata," jelas Mardan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang meminta Presiden AS agar tidak terlalu jauh mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.
"Pertama kalem aja. Masukan pihak luar mesti dilihat konteksnya bisa diterima dan bisa dikaji. Kita lakukan dengan dasar kepentingan nasional," ujar Mardani ketika dikonfirmasi, Sabtu (31/7/2021). Baca juga: Presiden AS Joe Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Ariza Beberkan Antisipasi DKI
Dia menyebutkan perihal prediksi Jakarta tenggelam dan perpindahan Ibu Kota harus disesuaikan dengan kebutuhan prioritas pemerintah saat ini.
"Kedua, enggak usah reaktif. Kita ucapkan terima kasih atas masukannya. Tapi kita putuskan sesuai dengan data, fakta, analisa dan kepentingan nasional kita. Ketiga, fokus pada pandemi yang di depan mata," jelas Mardan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang meminta Presiden AS agar tidak terlalu jauh mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.
Lihat Juga :