Satgas COVID-19 Sebut Jawa-Bali Alami Penurunan Kasus 24% Selama PPKM Berlevel

Selasa, 27 Juli 2021 - 20:08 WIB
loading...
Satgas COVID-19 Sebut...
Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan kasus positif di daerah Jawa-Bali mengalami penurunan sebesar 24% pada masa PPKM) Level 3 dan 4. Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Satgas COVID-19 , Wiku Adisasmito mengatakan kasus positif di daerah Jawa-Bali mengalami penurunan sebesar 24% pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4 .

"Jika dilihat pada Pulau Jawa-Bali yang terapkan PPKM Level 3 dan 4 di Minggu terlihat penurunan kasus mingguannya sebesar 24 persen, setelah sebelumnya terjadi peningkatan selama dua Minggu saat masa PPKM Darurat," ujarnya, Selasa (27/7/2021). Baca juga: Puan Ingatkan Wilayah Luar Jawa-Bali Jangan Jadi Episentrum Baru Covid-19

Namun demikian kasus positif di wilayah non Jawa-Bali justru masih mengalami peningkatan pada masa PPKM berlevel.

"Ternyata pada Minggu ketiga implementasi PPKM Darurat menjadi PPKM Level 1 sampai dengan 4 masih terjadi sedikit kenaikan kasus yaitu sebesar 3,6 persen. Kenaikan ini tidak setinggi pada Minggu sebelumnya yaitu sebesar 53 persen," tuturnya.

Wiku mengungkapkan kenaikan kasus COVID-19 di luar Jawa-Bali pada masa PPKM berlevel dikontribusikan oleh Provinsi Kalimantan Timur dengan jumlah kasus sebesar 10.297. Kemudian Sumatera Utara 7.528 kasus, Riau 5.999 kasus, Nusa Tenggara Timur (NTT) 5.904 kasus, dan Sulawesi Selatan 5.010 kasus. Baca juga: UIN Yogya Berencana Beri Gelar DR HC kepada Sri Paus dan Grand Syekh Al Azhar

"Dari perkembangan kasus ini kita dapat mengambil pada prinsipnya PPKM Level 1 sampai dengan 4 merupakan kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan penambahan kasus," pungkas Wiku.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Menko PMK: Satgas Covid-19 Otomatis Bubar
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Indonesia Masuk Endemi,...
Indonesia Masuk Endemi, Satgas Beberkan Dasar Pencabutan Status Pandemi Covid-19
Covid-19 Per 8 Mei 2023,...
Covid-19 Per 8 Mei 2023, Bertambah 1.149 Kasus dan 21 Orang Meninggal
Covid-19 Per 5 Mei 2023,...
Covid-19 Per 5 Mei 2023, Bertambah 2.122 Kasus dan 20 Orang Meninggal
Kasus Covid-19 Kembali...
Kasus Covid-19 Kembali Naik, Wakil Ketua MPR: Protokol Kesehatan Harus Diaktifkan Lagi
Kasus Covid-19 di Singapura...
Kasus Covid-19 di Singapura Ngegas, Epidemiologi Pastikan Indonesia Masih Aman
Ini Penyebab Kasus Covid-19...
Ini Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak, Salah Satunya Mutasi Virus
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Kemenkes Minta Masyarakat Segera Vaksinasi
Rekomendasi
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Berita Terkini
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved