Guru Besar UI: PPKM Darurat Belum Efektif, Penularan Masih Tinggi
Senin, 19 Juli 2021 - 11:54 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, dia menyarakan dibuat target jumlah tertentu kasus baru per hari sebagai patokan untuk memperlonggar PPKM Darurat. Dia mencontohkan Malaysia yang menerapkan kebijakan “Movement Control Order (MCO)”, menggunakan patokan 4.000 kasus per hari untuk pelonggaran.
”Parameter ke dua adalah angka kepositifan. Untuk ini maka memang sebaiknya dipakai patokan 5% agar menjamin penularan di masyarakat memang sudah rendah. Apalagi banyak negara tetangga kita (dan juga India) angkanya memang 2% atau 3% saja, kecuali negara tertentu,” tutur Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI ini.
Baca juga: Menakar Mana Lebih Efektif, PPKM Darurat Diperpanjang atau Lockdown?
Selain itu, Tjandra mengatakan kegiatan tracing dan tes mesti lebih dimasifkan di masa PPKM Darurat. ”Untuk setiap kasus yang ditemui sudah ada pula berapa target yang harus dicari dan ditemukan dari setiap kasus positif, katakanlah antara 15-30 kontak yang harus ditemukan. Kalau diantara mereka ada yang ternyata positif COVID-19 maka harus ditelusuri lagi 15-30 kontaknya lagi, dan demikian seterusnya,” kata dia.
Sementara untuk sistem pelayanan kesehatan, lanjut Tjandra, yang amat penting adalah sumber daya manusia (SDM) yaitu dokter, perawat dan petugas kesehatan lain. Mereka sudah teramat kewalahan menghadapi lonjakan kasus tanpa henti. Sebagian malah sudah tertular dan meninggal. ”Untuk memperkuat pelayanan rumah sakit maka mungkin saja tempat tidur ditambah, atau oksigen dijamin keberadaannya, atau obat dilengkapi dll., tetapi SDM kesehatan tentu tidak mudah menambahnya,” kata mantan Direktur WHO Asia Tenggara ini.
”Parameter ke dua adalah angka kepositifan. Untuk ini maka memang sebaiknya dipakai patokan 5% agar menjamin penularan di masyarakat memang sudah rendah. Apalagi banyak negara tetangga kita (dan juga India) angkanya memang 2% atau 3% saja, kecuali negara tertentu,” tutur Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI ini.
Baca juga: Menakar Mana Lebih Efektif, PPKM Darurat Diperpanjang atau Lockdown?
Selain itu, Tjandra mengatakan kegiatan tracing dan tes mesti lebih dimasifkan di masa PPKM Darurat. ”Untuk setiap kasus yang ditemui sudah ada pula berapa target yang harus dicari dan ditemukan dari setiap kasus positif, katakanlah antara 15-30 kontak yang harus ditemukan. Kalau diantara mereka ada yang ternyata positif COVID-19 maka harus ditelusuri lagi 15-30 kontaknya lagi, dan demikian seterusnya,” kata dia.
Sementara untuk sistem pelayanan kesehatan, lanjut Tjandra, yang amat penting adalah sumber daya manusia (SDM) yaitu dokter, perawat dan petugas kesehatan lain. Mereka sudah teramat kewalahan menghadapi lonjakan kasus tanpa henti. Sebagian malah sudah tertular dan meninggal. ”Untuk memperkuat pelayanan rumah sakit maka mungkin saja tempat tidur ditambah, atau oksigen dijamin keberadaannya, atau obat dilengkapi dll., tetapi SDM kesehatan tentu tidak mudah menambahnya,” kata mantan Direktur WHO Asia Tenggara ini.
(muh)
Lihat Juga :