Surat Presiden untuk Naturalisasi Tiga Atlet Basket Turun, DPR Minta Syarat Ketat

Rabu, 14 Juli 2021 - 14:54 WIB
loading...
Surat Presiden untuk...
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Dok SINDONEWS
A A A
JAKARTA - Langkah melakukan naturalisasi atlet dari luar negeri untuk meraih prestasi instans terus menjangkiti hampir semua cabang olah raga. Terbaru tiga atlet dari cabang bola basket Dame Diagne (Senegal), Serigne Madou Kane (Senegal) dan Marquess Terrle Bolden (Amerika Serikat) dikebut proses administrasinya untuk segera menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

“Saya secara prinsip kurang setuju dengan langkah naturalisasi atlet demi meraih prestasi di ajang regional maupun internasional. Untuk itu kami meminta pemerintah benar-benar memperketat pengajuan naturalisasi atlet dari luar negeri menjadi WNI,” ujar Ketua Komisi X Syaiful Huda di sela Rapat Kerja dengan Menpora membahas surat presiden (Supres) tentang pengajuan tiga calon atlet basket menjadi WNI, Rabu (14/7/2021).

Huda mengatakan proses naturalisasi pemain merupakan langkah instan dalam mengenjot prestasi cabang olah raga di ajang regional maupun internasional. Langkah ini sudah jamak dilakukan oleh banyak negara lain. Kendati demikian langkah tersebut benar-benar selektif dengan persyaratan ketat sehingga pemain yang dinaturalisasi benar-benar memberikan dampak positif bagi perkembangan satu cabang olah raga. “"Naturalisasi diharapkan akan meningkatkan kinerja tim dan tingkat olahraga, tetapi jika mereka digunakan secara berlebihan, pemain lokal akan memiliki sedikit kesempatan untuk mendapatkan pengalaman praktis” ujarnya. (Baca Juga:Selain Sepak Bola, Basket Juga Lakukan Naturalisasi Pemain)

Dia mengungkapkan sudah puluhan atlet yang dinaturalisasi baik dari cabang sepak bola, basket, maupun cabang olah raga lain. Kendati demikian tidak ada prestasi mencolok yang bisa dipersembahkan oleh mereka baik di ajang regional maupun internasional. “Hingga saat ini berbagai capaian prestasi olah raga di ajang regional maupun internasional masih dipersembahkan cabang-cabang olah raga yang mengandalkan pemain sendiri seperti cabang bulu tangkis. Sementara sepak bola atau bola basket yang banyak menaturalisasi pemain jangangkan di tingkat internasional, di regional aja belum ada capaian prestasi membanggakan dalam sepuluh tahun terakhir,” tukasnya.

Huda menilai sebagus apapun prestasi yang ditorehkan atlet naturalisasi ada kekosongan besar dalam diri mereka yakni minimnya nasionalisme dan patriotism. Kekosongan ini akan menjadi masalah saat dibutuhkan pengorbanan dari pemain demi membela panji merah putih. Padahal pengorbanan yang dibutuhkan atlet di Indonesia relatif cukup besar. “Harus diakui banyak masalah dalam pembinaan olah raga di Indonesia yang membutuhkan pengorbanan besar bagi atlet untuk menutupinya. Jika mereka yang dinaturalisasi motifnya hanya materi atau business to bussines bisa jadi mereka tidak akan bisa 100% mengeluarkan kemampuannya di lapangan untuk Indonesia,” ujarnya.

Politikus PKB ini memahami jika naturalisasi ditempatkan sebagai bagian dari roadmap prestasi olahraga nasional. Kendati demikian jangan sampai langkah tersebut menjadi kultur yang bisa membunuh bibit prestasi dari atlet nasional. Menurutnya yang justru harus terus menerus diperbaiki adalah ekosistem pembinaan olah raga di tanah air sehingga mampu melahirkan atlet-atlet handal. “Saya berharap naturalisasi ini adalah benar-benar langkah awal di Roadmap prestasi nasional olahraga. Tidak menjadi jalan pintas bagi tercapainya prestasi olah raga Indonesia di kancah regional maupun internasional,” pungkasnya.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Polemik Passport Gate...
Polemik Passport Gate Atlet Naturalisasi, Menkum Harap RUU Kewarganegaraan Selesai Tahun Ini
Komisi X DPR RI Minta...
Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Tak Pangkas Dana Pendidikan
3 Surpres Dibacakan...
3 Surpres Dibacakan Puan di Rapat Paripurna, Ada soal RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Tragedi Siswa SD di...
Tragedi Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Orang Tua Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Alarm Keras Bagi Negara
Kunjungi BRIN, Verrell...
Kunjungi BRIN, Verrell Bramasta: Komisi X Komitmen Kawal Kebijakan Riset dan Inovasi
Klarifikasi Desak Made...
Klarifikasi Desak Made usai Raih Emas di Krakow: Bukan Kritik kepada Pihak Tertentu
Milo dan Kemenpora Perkuat...
Milo dan Kemenpora Perkuat Kolaborasi, Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Kemajuan Olahraga Indonesia
Kolaborasi Kemenpora...
Kolaborasi Kemenpora dan Nestle MILO Dorong Ekosistem Olahraga Indonesia
Rekomendasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
BNPP dan Pemkab Kepulauan...
BNPP dan Pemkab Kepulauan Meranti Percepat Pemerataan Pembangunan Kawasan Perbatasan
Pengemudi yang Tutup...
Pengemudi yang Tutup Pelat Nomor Ditindak Pakai Hunting System
Berita Terkini
Kenapa Febrie Adriansyah...
Kenapa Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK? Kejagung Ungkap Alasannya
Presiden PKS: Olahraga...
Presiden PKS: Olahraga Jadi Jembatan Pembangunan Mental Generasi Muda
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Putusan MK Baru Langkah...
Putusan MK Baru Langkah Awal, IAW Dorong Restitusi Historis Kuota Internet Hangus
Menkum Supratman: Tarif...
Menkum Supratman: Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Infografis
Anggota DPR Minta Subsidi...
Anggota DPR Minta Subsidi BBM Dipertahankan untuk Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved