Tragedi Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Orang Tua Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Alarm Keras Bagi Negara

Rabu, 04 Februari 2026 - 11:08 WIB
loading...
Tragedi Siswa SD di...
Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menilai, tragedi siswa SD kelas IV yang memilih mengakhiri hidup lantaran orang tua tak mampu membeli buku dan pena alarm keras bagi negara. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menilai, tragedi siswa SD kelas IV yang memilih mengakhiri hidup lantaran orang tua tak mampu membeli buku dan pena, bukanlah sekedar kabar duka. Baginya, tragedi itu merupakan alarm keras negara untuk memperhatikan rakyat kecil.

"Tragedi ini bukan sekadar kabar duka, melainkan alarm keras bagi negara dan masyarakat. Peristiwa yang sangat menyayat hati dan tidak bisa diterima di negara mana pun," ujar Hetifah saat dihubungi, Rabu (4/2/2026).

Hetifa menegaskan, anak berumur 10 tahun harusnya mendapat perlindungan dan bantuan dari negara, bukan mengakhiri hidup karena putus asa orang tua tak mampu membeli buku dan pena. Dari tragedi ini, Hetifah menilai, perlu koreksi kebijakan sistem pendidikan dan perlindungan sosial.

Baca juga: Mendikdasmen Buka Suara soal Siswa SD Bunuh Diri Tak Mampu Beli Pena: Kita Selidiki

"Kasus ini menunjukkan, bahwa sangat penting bagi kita, untuk mengoreksi sistem pendidikan, perlindungan sosial, dan kepedulian lingkungan sekitar," ujar Hetifah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Kemendagri Dorong Pemda...
Kemendagri Dorong Pemda Lebih Inovatif Tangani Inflasi, Kemiskinan, dan Pengangguran
Pungutan Perpisahan...
Pungutan Perpisahan Dinilai Bebani Orang Tua, Legislator Perindo Minta Disdik Kota Medan Bertindak
Kiamat Pemahaman Identik...
Kiamat Pemahaman Identik dengan Centrang Biru?
Menjawab Pekerjaan Rumah...
Menjawab Pekerjaan Rumah Pendidikan Kita
Menggugat Tiga Dosa...
Menggugat Tiga Dosa Besar dan Agenda Restorasi Pendidikan Nasional
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Super Antusias, Audisi...
Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini
Rekomendasi
Amanda Manopo Resmi...
Amanda Manopo Resmi Laporkan Pencemaran Nama Baik Demi Sang Buah Hati
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Berita Terkini
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Infografis
Penting Menjadi Orang...
Penting Menjadi Orang Tua Responsif bagi Anak di Masa pandemi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved