8.782 Orang Tanda Tangani Petisi Tolak Program Vaksinasi Berbayar
Selasa, 13 Juli 2021 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan harga total sekitar 400.000 lebih (sekali suntik), maka dipastikan yang beli adalah bukan rakyat biasa. Padahal, belum semua rakyat dapat vaksin karena tiap dibuka layanan selalu ada notifikasi 'kuota terbatas'," kata Agus Tavip, salah seorang pendukung petisi.
Baca juga: Vaksin Berbayar, DPR: Amerika Negara Liberal Mengratiskan Semua
Sementara, penolakan dari warga tersebut juga membuat Kimia Farma harus menghentikan sementara program vaksinasi gotong royong individu ini. Namun, Koalisi tetap meminta agar program ini dibatalkan dan vaksin yang ada dialokasikan untuk program vaksinasi gratis dari pemerintah.
"Gotong royong itu harusnya saling bantu untuk mempercepat vaksinasi semua warga, bukan komersialisasi vaksin," kata Sulfikar.
Untuk diketahui Petisi penolakan Vaksinasi Gotong Royong (VGR) itu dimulai oleh Koalisi Vaksin untuk Semua. Adapun mereka terdiri dari, Epidemiolog Pandu Riono, inisiator LaporCovid19 Irma Hidayana, dan ahli sosiologi bencana Sulfikar Amir.
Baca juga: Vaksin Berbayar, DPR: Amerika Negara Liberal Mengratiskan Semua
Sementara, penolakan dari warga tersebut juga membuat Kimia Farma harus menghentikan sementara program vaksinasi gotong royong individu ini. Namun, Koalisi tetap meminta agar program ini dibatalkan dan vaksin yang ada dialokasikan untuk program vaksinasi gratis dari pemerintah.
"Gotong royong itu harusnya saling bantu untuk mempercepat vaksinasi semua warga, bukan komersialisasi vaksin," kata Sulfikar.
Untuk diketahui Petisi penolakan Vaksinasi Gotong Royong (VGR) itu dimulai oleh Koalisi Vaksin untuk Semua. Adapun mereka terdiri dari, Epidemiolog Pandu Riono, inisiator LaporCovid19 Irma Hidayana, dan ahli sosiologi bencana Sulfikar Amir.
(abd)
Lihat Juga :