Pandemi Corona, Masyarakat Diajak Bersahabat dengan Musibah
Rabu, 27 Mei 2020 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan demikian, sekalipun kita memulai sebuah kegiatan baru tetapi ada sesuatu yang tidak boleh berubah. Tradisi yang selama ini kita praktikkan, tradisi yang selama ini kita gunakan, misalnya menggunakan master ke manapun kita berada. Jangan malu jangan gengsi dan jangan merasa ada persoalan dan jangan jijik, jangan menganggap ada orang aneh kalau tidak mau melepaskan maskernya. Justru kita harus menganggap orang aneh kalau mereka tidak menggunakan masker," jelas Nasaruddin.
Selain itu, kata Nasaruddin tradisi baru ini juga harus diterapkan ketika akan melakukan ibadah di masjid yakni tetap mencuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer.
"Apa yang saya maksudkan dengan sebuah tradisi baru di sini, kita pergi ke masjid di sana tetap menggunakan tradisi baru yang paling selama ini. Kita sebelum berwudhu masjid-masjid sedapat mungkin juga menyiapkan hand sanitizer. Kita sabun dulu baru berwudhu karena kita akan berkumur-kumur," tuturnya.
Dalam melakukan ibadah di Masjid, tambah Nasaruddin juga harus tetap melaksanakan protokol kesehatan yakni dengan menjaga jarak. "Bagaimana memelihara diri supaya nanti betul-betul tetangga-tetangga kita di samping sajadah, jarak sosial tetap harus kita perhitungkan. Sampai nanti protokol yang telah dikeluarkan oleh pemerintah tentunya sesuai dengan Majelis Ulama bagi yang beragama Islam," tegasnya.
Selain itu, kata Nasaruddin tradisi baru ini juga harus diterapkan ketika akan melakukan ibadah di masjid yakni tetap mencuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer.
"Apa yang saya maksudkan dengan sebuah tradisi baru di sini, kita pergi ke masjid di sana tetap menggunakan tradisi baru yang paling selama ini. Kita sebelum berwudhu masjid-masjid sedapat mungkin juga menyiapkan hand sanitizer. Kita sabun dulu baru berwudhu karena kita akan berkumur-kumur," tuturnya.
Dalam melakukan ibadah di Masjid, tambah Nasaruddin juga harus tetap melaksanakan protokol kesehatan yakni dengan menjaga jarak. "Bagaimana memelihara diri supaya nanti betul-betul tetangga-tetangga kita di samping sajadah, jarak sosial tetap harus kita perhitungkan. Sampai nanti protokol yang telah dikeluarkan oleh pemerintah tentunya sesuai dengan Majelis Ulama bagi yang beragama Islam," tegasnya.
(maf)
Lihat Juga :