Akuakultur Sebagai Lokomotif Ekonomi Indonesia

Senin, 12 Juli 2021 - 10:55 WIB
loading...
A A A
Supaya Indonesia menjadi produsen akuakultur terbesar di dunia, dan industri akuakultur menjadi lokomotif perekonomian yang berkontribusi signifikan terhadap terwujudnya Indonesia maju dan makmur pada 2045; maka pemerintah harus menetapkan akuakultur sebagai industri strategis nasional. Salah satu kisah sukses (success story) pembangunan akuakultur sebagai industri strategis nasional adalah budidaya salmon Norwegia.
Norwegia adalah negara maju yang sangat sejahtera, dengan PNK perkapita 82.500 dolar AS (Bank Dunia, 2019). Sektor ekonomi penyumbang terbesar terhadap PDB nya adalah sektor jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif (57%), diikuti industri (29%), dan perikanan (6%). Pada 2019, ekspor perikanan Norwegia mencapai 12 milyar dolar AS, terbesar kedua di dunia setelah China. Nilai ekspor itu merupakan yang terbesar kedua setelah ekspor migas, dengan pangsa sekitar 12% total nilai ekspor Norwegia pada 2019. Kontribusi terbesar ekspor perikanan negara ini berasal dari ikan salmon, sekitar 68% total nilai ekspor perikanan. Produksi ikan salmon Norwegia sebagian besar dihasilkan dari budidaya. Sejak diperkenalkan pada tahun 1970-an budidaya salmon Norwegia telah mengalami pertumbuhan yang fenomenal, rata-rata 18,3% per tahun dari 1974 hingga 2019. Pada 2019, produksi budidaya salmon Norwegia mencapai 1,45 juta ton atau 99,98% total produksi salmonnya. Sementara itu, pada 2020 kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap PDB RI baru sekitar 3 persen, dan total nilai ekspor perikanannya hanya 5,2 milyar dolar AS atau peringkat-10 dunia (BPS, 2020; FAO, 2021). Industri budidaya salmon di Norwegia juga menyerap banyak tenaga kerja, menciptakan industrial linkages dan multiplier effects yang besar, dan mensejahterakan pelaku usaha secara berkelanjutan. Hampir 50 tahun, budidaya salmon Norwegia pada umumnya sangat sukses, tidak pernah gagal panen dan gagal pasar.

Ada 6 kunci sukses industri budidaya salmon Norwegia. Pertama adalah bahwa setiap unit usaha budidaya salmon menerapkan: (1) economy of scale, (2) Best Aquaculture Practices (BAP), (3) Integrated Supply Chain Management System (ISCMS), dan (4) prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Kedua, pemerintah melindungi kawasan budidaya salmon dari konversi (alih fungsi) lahan menjadi kawasan industri manufaktur, pertambangan, pemukiman, dan land use lainnya. Ketiga, pemerintah melindungi kawasan budidaya salmon dari pencemaran yang berasal dari sektor pembangunan maupun wilayah lain. Keempat, pemerintah bersama swasta dan masyarakat mengembangkan pasar salmon di dalam maupun luar negeri. Kelima, skim kredit perbankan khusus dengan suku bunga relatif rendah dan persyaratan lunak. Keenam, iklim investasi dan ease of doing business (seperti perizinan, infrastruktur, keamanan berusaha, dan ketenagakerjaan) dibuat sangat kondusif dan atraktif.

Dengan melakukan benchmarking kepada kisah sukses industri budidaya salmon Norwegia diatas dan dilakukan penyesuaian (adjustments) sesuai kondisi alam dan sosiokultural di Indoensia, maka industri akuakultur tidak hanya akan mampu mengatasi permasalahan kekinian bangsa (kemiskinan, stunting, dan disparitas pembangunan), tetapi juga bakal berkontribusi signifikan bagi terwujudnya Indonesia yang maju, adil-makmur, dan berdaulat pada 2045.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fraksi PDIP Dorong Perlindungan...
Fraksi PDIP Dorong Perlindungan Industri Lokal
Akuakultur dan Perubahan...
Akuakultur dan Perubahan Iklim
Kapal Selam, Langkah...
Kapal Selam, Langkah Strategis untuk Sistem Pertahanan Nasional
Pasca Indonesia Economic...
Pasca Indonesia Economic Outlook 2026, DPR Soroti Momentum Eksekusi Investasi Strategis
Kejar Target Pertumbuhan...
Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi Digital, Indonesia Perkuat Investasi Strategis Nasional
Minim Koordinasi, PP...
Minim Koordinasi, PP 28/2024 Picu Ancaman bagi Industri Strategis
Rekomendasi
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Berita Terkini
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral IndonesiaJerman
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Mengapa Ekonomi Solid,...
Mengapa Ekonomi Solid, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved