Capres-Cawapres 2024 Sudah Ditransaksikan di Panggung Belakang Politik
Rabu, 30 Juni 2021 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Dosen Ilmu Komunikasi UPH ini, upaya memasangkan tokoh di panggung belakang politik adalah the real politic atau pembahasan politik yang sesungguhnya, jadi bukan yang dimunculkan di media. Karena, begitu peristiwa itu diberitakan media, para elite ini mencoba mem-framing-nya, baik dari sudut pandangnya dan lain-lainnya.
Baca juga: PDIP Jatim Usulkan Puan Maharani Capres 2024, Keputusan di Tangan Megawati
"Jadi the real politic menurut penelitian saya ketika ambil doktor saya adalah di panggung belakang politik yang kita tidak tahu, hanya elite-elite yang tahu."
Emrus menjelaskan, pembahasan di panggung belakang politik ini transaksional dan penuh dengan kepentingan-kepentingan. Begitu sepakat, mereka keluar dan berbicara soal idealisme di hadapan publik bahwa pencalonan atau memasangkan capres-cawapres ini demi kepentingan bangsa dan negara.
"Padahal sudah diatur, (misalnya) Emrus jadi menteri ini, Wempy (Direktur Eksekutif Sulindo) jadi menteri ini, sudah diatur. Karena apa? pemasangan tidak terlepas dari power sharing, itu dilakukan sebelum mereka dalam tanda kutip ke KUA untuk dinikahkan (didaftarkan ke KPU)," pungkas Emrus.
Baca juga: PDIP Jatim Usulkan Puan Maharani Capres 2024, Keputusan di Tangan Megawati
"Jadi the real politic menurut penelitian saya ketika ambil doktor saya adalah di panggung belakang politik yang kita tidak tahu, hanya elite-elite yang tahu."
Emrus menjelaskan, pembahasan di panggung belakang politik ini transaksional dan penuh dengan kepentingan-kepentingan. Begitu sepakat, mereka keluar dan berbicara soal idealisme di hadapan publik bahwa pencalonan atau memasangkan capres-cawapres ini demi kepentingan bangsa dan negara.
"Padahal sudah diatur, (misalnya) Emrus jadi menteri ini, Wempy (Direktur Eksekutif Sulindo) jadi menteri ini, sudah diatur. Karena apa? pemasangan tidak terlepas dari power sharing, itu dilakukan sebelum mereka dalam tanda kutip ke KUA untuk dinikahkan (didaftarkan ke KPU)," pungkas Emrus.
(zik)
Lihat Juga :