HUT ke-75, Pengamat: Polri Harus Inovatif, Sigap dan Tanggap Hadapi Ancaman Baru

Rabu, 30 Juni 2021 - 16:06 WIB
loading...
HUT ke-75, Pengamat:...
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati meminta Polri lebih inovatif, sigap dan tanggap dalam menghadapi ancaman baru. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Korps Bhayangkara dalam waktu dekat ini akan memperingati hari jadinya yang ke 75 pada 1 Juli 2021 mendatang. Diusianya tersebut, Polri dituntut lebih inovatif dalam menghadapi perkembangan ancaman.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati menilai, pada masa pandemi Covid 19 ini tugas Polri semakin kompleks dan banyak variannya. Kini Polri tidak hanya menangani kriminalitas, kejahatan jalanan, kejahatan kerah putih, radikalisme dan narkoba saja, tetapi juga sebagai anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Menurut Nuning, panggilan akrab Susaningtyas, Polri memiliki sejumlah tugas tambahan. Di antaranya, tugas preemtif yakni, bertugas memetakan wilayah rawan penyebaran virus Corona. Selain itu, polisi juga harus masif memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Sedangkan tugas preventif adalah melakukan patroli di wilayah rawan penyebaran virus Covid 19. Baca juga: Jelang HUT Bhayangkara ke-75, Polri Didoakan Makin Dekat dengan Masyarakat

Termasuk melakukan pengawasan dan membantu pemerintah daerah (pemda) menyemprot sejumlah fasilitas publik dengan cairan disinfektan. Selain itu, bersama institusi terkait lainnya ikut mengukur suhu tubuh, mengatur lalu lintas dan menerapkan larangan mudik Lebaran sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta Polri dan TNI untuk memastikan kebijakan larangan mudik berjalan efektif. ”Tentu saja semua itu butuh kepiawaian improvisasi Satker di lapangan. Dibutuhkan kemampuan anggota Polri untuk turut mengatasi masalah yang timbul dari ketidakpatuhan masyarakat, pemahaman komunikasi antar budaya masyarakat penting sekali agar tidak timbul kegaduhan,” kata Nuning ini kepada SINDOnews, Rabu (30/6/2021).

Dalam melaksanakan tugasnya, kata Nuning, Polri harus melakukan koordinasi dengan TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN). Utamannya dengan BIK Polri dalam menerapkan kebijakan intelijennya harus berkoordinasi dengan BINI. Apalagi dalam situasi pandemi Covid 19 saat ini, kinerja BIN banyak melakukan hal-hal yang bermanfaat dalam menangani Covid 19. ”Polri saat ini harus inovatif dengan mengembangkan SDM anggotanya agar memiliki pengetahuan luas baik secara akademik maupun praktik lapangan. Polisi dituntut harus sigap dan tanggap hadapi perkembangan ancaman baru,” ucapnya. Baca juga: PPKM Darurat, Ini Detail Aturan untuk Restoran sampai Perkantoran

Mantan anggota Komisi I DPR ini juga melihat, jaringan terorisme kini memiliki perkembangan metode dalam menggerakan aksinya. Saat ini, kelompok intoleran juga memiliki metode penyebaran ajarannya dengan cara enabling environment alias kondisi yang memungkinkan bagi jaringan tersebut untuk tetap ada dan berkembang. Nuning melihat, enabling environment ini tidak harus bersentuhan langsung dengan jaringan-jaringan di atas akan tetapi mengirimkan signal bahwa jaringan ini aman untuk tetap eksis.

”Jadi, proses deradikalisasi itu harus menargetkan 4 unsur di atas. Pertama harus menghilangkan enabling environment tersebut. Kemudian membatasi bahkan menghancurkan jaringan-jaringan yang berfungsi sebagai wadah berkumpulnya orang-orang yang kehilangan moral compas dan secara gradual memilih jalan kekerasan yang menurut dia dibenarkan oleh ideologi yang dianut,” katanya.

Dalam konteks Indonesia, kata Nuning, menghilangkan enabling environment itu adalah tugas yang sangat berat dari Presiden Jokowi karena mungkin saja orang-orang di sekeliling Presiden ada yang turut menciptakan enabling environment tersebut. ”Ancaman narkotika pun semakin banyak varian dan cara penyebarannya. Ada lagi pihak yang memiliki keahlian baru yaitu narko terorisme, khususnya para napi atau ex napi. Tidak hanya itu, Polri juga menghadapi ancaman kekinian yaitu kejahatan Nubika (Nuklir, Biologi, Kimia),” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Evaluasi untuk Wujudkan Harapan Warga
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Rekomendasi
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Berita Terkini
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Persoalkan Penangkapan, Penahanan, Penggeledahan, hingga Pencekalan
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved