Saran Pengamat, Jokowi Harus Minta Seknas Jokpro 2024 Hentikan Kegiatan

Kamis, 24 Juni 2021 - 10:32 WIB
loading...
Saran Pengamat, Jokowi...
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Setelah deklarasi relawan Seknas Joko Widodo-Prabowo Subianto (Jokpro) 2024 yang ingin mengusung Jokowi dan Prabowo dalam Pilpres 2024 , kini muncul Seknas Jokowi, Sudahlah! atau yang disingkat SJS. SJS yang baru akan diluncurkan ini digagas Juru Bicara (Jubir) Presiden RI ke-4 Gus Dur, Adhie Massardi.

Diketahui, dua seknas ini mengusung dua hal yang berbeda. Seknas Jokpro 2024 mendukung wacana presiden 3 periode, sementara SJS mengusung pasal 7A UUD 1945 yang substansinya memungkinkan pemberhentian presiden di tengah jalan.

Menanggapi hal itu, analis politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan bahwa kedua kelompok ini akan semakin membuat hiruk-pikuk politik Tanah Air. "Kehadiran dua seknas itu nantinya akan membuat hiruk pikuk politik yang semkin panas di Tanah Air. Masing-masing seknas akan berupaya mengegolkan targetnya," kata Jamil kepada wartawan, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Ketum Parpol Belum Bersuara Soal Presiden Tiga Periode, Pengamat: Mereka Lihat Situasi

Menurut Jamil, Seknas Jokpro 2024 sudah pasti akan mempromosikan keberhasilan Jokowi sebagai justifikasi presiden tiga periode. Sementara, SJS akan mengampanyekan kegagalan Jokowi memimpin Indonesia. Pesan yang saling bertentangan itu akan menghiasi media di Tanah Air ke depan. Dalam komunikasi persuasif, pesan demikian disebut pesan kontradiktif.

"Pesan-pesan kontradiktif itu tentu tidak menjadi masalah bagi khalayak yang terdidik. Khalayak kelompok ini akan selektif dan kritis menerima pesan-pesan semacam itu. Jadi, bagi khalayak yang terdidik, yang umumnya juga menjadi pemilih rasional, tidak akan terbakar emosinya menerima pesan-pesan kontradiktif," terangnya.

Baca juga: Ketum Parpol Mesti Bersuara Lantang Soal Presiden Tiga Periode, Jangan Diam Saja

Dia menjelaskan, hal itu berbeda halnya dengan khalayak yang kurang dan tidak terdidik. Mereka kurang selektif dalam menerima pesan-pesan kontradiktif. Karena itu, peluang miscommunication akan sangat terbuka. Kelompok khalayak ini akan mudah tersulut emosinya bila menerima pesan-pesan yang tidak sesuai dengan pemikirannya. Apalagi, kalau mereka terus-menerus menerima pesan yang menyudutkan idolanya.

"Fanatisme berlebihan mereka dikhawatirkan akan mengemuka. Potensi ini akan dapat berlanjut pada konflik, atau setidaknya benturan dengan pihak-pihak yang berseberangan dengannya," ujarnya.

Bahayanya, kata Jamil, jumlah kelompok ini paling besar di Tanah Air. "Karena itu, ada kekhawatiran kalau dua seknas itu nantinya intens berkampanye, peluang konflik sosial akan terjadi," kata Jamil.

Mantan Dekan FIKOM IISIP ini menyarankan, sebelum hal itu terjadi, sebaiknya Jokowi merespons kehadiran Jokpro 2024 yang digagas Direktur Eksekutif Indobarometer M. Qodari. "Jokowi cukup bilang, saya tidak akan maju untuk presiden tiga periode. Karena itu, saya minta semua kegiatan Seknas Jokpro 2024 dihentikan," sarannya.

Dengan demikian, kata Jamil, sikap Jokowi itu diharapkan dapat menghentikan pertarungan dua kelompok tersebut. Sehingga, semua energi dan pikiran akan dapat dialihkan untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan perekonomian yang amburadul. "Masalahnya, apakah Jokowi mau menyatakan hal itu kepada Seknas Jokpro 2024?" tandas Jamil.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Rekomendasi
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Berita Terkini
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved