Muncul Varian Alfa dan Delta, Ahli Virologi: Mutasi Bukan Sesuatu yang Buruk
Selasa, 22 Juni 2021 - 17:48 WIB
loading...
A
A
A
Dia menegaskan, Covid-19 secara genetik mengalami perubahan meski sangat sedikit hanya berkisar 0,1%. Meski begitu dia memastikan terjadi perubahan.
"Bagaimana hasil klinis ya belum ada data bahwa virus ini lebih mematikan atau tidak, ini belum pasti. Tapi nampaknya virus ini dapat lebih menular lebih mudah dari orang ke orang," katanya.
Baca juga: Vaksin Covid-19 yang Beredar Masih Efektif Hadapi Varian Alfa dan Delta
Dia menyebut Covid-19 varian Delta dan Alfa saat ini menyebar lebih cepat dari sebelumnya. Dalam catatan, I Gusti Ngurah menyebut dalam satu minggu terakhir varian Delta mencapai 60%-65%, sementara varian Alfa yang sebelumnya hanya 2%-5% menjadi 20% di seluruh dunia.
"Lonjakan akhir-akhir ini terjadi bukan hanya faktor virusnya tapi ada faktor manusianya jadi adanya penurunan. Kemudian juga adalah faktor lingkungan ini yang kita hadapi," katanya.
"Bagaimana hasil klinis ya belum ada data bahwa virus ini lebih mematikan atau tidak, ini belum pasti. Tapi nampaknya virus ini dapat lebih menular lebih mudah dari orang ke orang," katanya.
Baca juga: Vaksin Covid-19 yang Beredar Masih Efektif Hadapi Varian Alfa dan Delta
Dia menyebut Covid-19 varian Delta dan Alfa saat ini menyebar lebih cepat dari sebelumnya. Dalam catatan, I Gusti Ngurah menyebut dalam satu minggu terakhir varian Delta mencapai 60%-65%, sementara varian Alfa yang sebelumnya hanya 2%-5% menjadi 20% di seluruh dunia.
"Lonjakan akhir-akhir ini terjadi bukan hanya faktor virusnya tapi ada faktor manusianya jadi adanya penurunan. Kemudian juga adalah faktor lingkungan ini yang kita hadapi," katanya.
(abd)
Lihat Juga :