Persatuan Umat Islam, Sebuah Keniscayaan

Senin, 21 Juni 2021 - 06:55 WIB
loading...
A A A
Pasca Kemerdekaan, Masyumi resmi menjadi partai politik di tahun 1946, seiring era multipartai di Indonesia. Eksistensi Partai Masyumi saat itu begitu berpengaruh dalam konstelasi politik nasional. Sebagai satu-satunya partai politik Islam berulangkali Masyumi berhasil menempatkan kader-kader terbaiknya dalam posisi strategis pemerintahan parlementer. Posisi Perdana Menteri, Menteri Agama, bahkan Menteri Pertahanan dengan mudah diduduki oleh kader-kader Masyumi. Namun seiring dengan perbedaan cara pandang dalam pengelolaan partai, serta menguatnya kembali sentiment paham keagamaan yang dibawa oleh anak-anak muda terjadi perpecahan mendalam di tubuh Masyumi. NU sebagai kekuatan utama akhirnya menyatakan keluar dari Masyumi disusul beberapa organ lain. Dalam Pemilu 1955, kekuatan politik Islam kembali terpecah-pecah sehingga kalah dari partai politik berhaluan nasionalis. Sejak saat itu kekuatan politik umat Islam terus pecah, dipecah, hingga dibonsai sehingga terus lemah dan terpinggirkan.

Cinta Islam, Cinta Indonesia

Salah satu cara melemahkan kekuatan politik Islam adalah munculnya stigma negatif terhadap gerakan politik Islam. Jika yang bergerak adalah kaum tradisionalis, maka stigma kolot, kaku, dan terbelakang bakal dipasang. Jika yang bergerak adalah kaum modernis maka stigma radikal, keras, dan militan bakal disematkan. Berbagai stigma ini kemudian dibuat pintu masuk untuk menekan gerakan kekuatan Islam. Stigma ini juga membuat banyak remaja muslim di Indonesia anti-dengan gerakan politik Islam.

Memang harus diakui ada sebagian gerakan politik Islam yang bertujuan menganti ideologi negara. Terutama gerakan politik Islam yang dilakukan oleh kelompok-kelompok proxy dari gerakan Islam transnasional. Namun bagi sebagian besar kelompok Islam di Indonesia, persoalan ideologi dan dasar negara sudah selesai. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sudah final. Bahkan beberapa kelompok Islam Indonesia kerap mengaungkan adagium hubbul wathon minal iman atau cinta bangsa adalah sebagian dari iman. Sehingga ketakutan atas gerakan politik Islam merupakan satu hal yang berlebihan.

Gerakan politik Islam ini dewasa ini dalam hemat saya, harus ditujuhkan pada upaya mencapai kesejahteraan sebesar-besarnya bagi umat Islam. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jika angka kemiskinan Indonesia pada September 2020 sebanyak 27,55 juta jiwa meningkat 2,76 juta jiwa dibanding tahun sebelumnya. Angka ini diprediksi akan terus naik seiring kondisi sulit menyusul pandemic Covid-19. Di kuartal I 2021 posisi pertumbuhan ekonomi masih di angka 0,75%. Jumlah pengangguran meningkat, lapangan pekerjaan kian sulit. Situasi pandemi Covid-19 ini juga memberikan dampak besar bagi sektor lain seperti Pendidikan. Banyak anak usia belajar di Indonesia yang mengalami learning lost sehingga tidak mempunyai kemampuan sesuai dengan jenjang Pendidikannya. Berbagai situasi dan keadaan sulit ini membutuhkan keberpihakan dan keseriusan pemerintah dalam menanganinnya. Kekuatan politik Islam juga harus Bersatu padu menyatukan kekuatan agar dampak yang lebih parah atas kesenjangan ekonomi maupun dampak pandemic Covid-19 tidak terjadi. Sebab sebagian besar mereka yang berada di garis kemiskinan maupun golongan paling parah terdampak pandemic Covid-19 adalah mereka umat Islam. Persatuan di kalangan kekuatan politik Islam akan memastikan jika arah kebijakan pemerintah akan terus ditujukan kepada mereka yang lemah dan dilemahkan. Wallahu alam bishawab.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasang Surut Partai...
Pasang Surut Partai Politik Islam di Dunia Muslim
HT Paparkan Tiga Kunci...
HT Paparkan Tiga Kunci Utama Mewujudkan Kesejahteraan
Komitmen Ganjar Pranowo...
Komitmen Ganjar Pranowo demi Kemajuan: Berantas Korupsi hingga Wujudkan Kesejahteraan di Bidang Agama
Tujuan Perindo Konkret,...
Tujuan Perindo Konkret, Wujudkan Kesejahteraan Rakyat
Politik Jalan Tengah...
Politik Jalan Tengah Islam Rahmatan Lil Alamin
Dihadiri Menteri dan...
Dihadiri Menteri dan DPR, Buku Negara dan Politik Kesejahteraan Karya Muhaimin Iskandar Diluncurkan
Kisah Daulah Aghlabiyah...
Kisah Daulah Aghlabiyah Taklukkan Eropa di Bawah Pimpinan Ziyadatullah I
Sejarah Daulah Safawiyah...
Sejarah Daulah Safawiyah di Persia: Bermula dari Gerakan Tarekat
4 Faktor Penyebab Kemunduran...
4 Faktor Penyebab Kemunduran Daulah Abbasiyah
Rekomendasi
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Berita Terkini
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved