Libatkan CSO, Moeldoko Dinilai Ingin Percepat Penyelesaian Konflik Agraria
Senin, 21 Juni 2021 - 06:08 WIB
loading...
Inisiatif Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menggandeng empat CSO dalam konflik agraria mendapat dukungan dari kalangan pegiat reformasi birokrasi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Inisiatif Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menggandeng empat organisasi masyarakat sipil (CSO) dalam konflik-konflik agraria mendapat dukungan dari kalangan pegiat reformasi birokrasi.
Baca juga: Tuntaskan Konflik Agraria, Cegah Kekerasan terhadap Perempuan
Cara tersebut dinilai tidak hanya akan mempercepat penyelesaian konflik agraria yang terus bertambah dari tahun ke tahun, melainkan juga merupakan cara penyelesaian baru konflik agraria yang lebih holistic dan terpadu.
Baca juga: Konflik Agraria, Tanah Adat dan Milik Rakyat Butuh Perlindungan
Dukungan itu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Nova Andika, melalui pernyataan pers yang kami terima hari ini. Menurut Nova, konflik agrarian merupakan salah satu persoalan krusial di masyarakat yang meski selalu dilakukan penyelesaian oleh pemerintah senantiasa bertambah dari tahun ke tahun.
Baca juga: Menteri ATR-BPN Didesak Tuntaskan Konflik Agraria Petani dan PTPN II
Mengutip catatan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), menurut Nova pada 2017 saja setiap hari terjadi dua konflik agraria, atau sekitar 659 konflik dalam setahun. Angka itu meningkat hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya, 2016, dengan cakupan lahan seluas 520 ribu hektare dan melibatkan 652 ribu kepala keluarga.
Baca juga: Tuntaskan Konflik Agraria, Cegah Kekerasan terhadap Perempuan
Cara tersebut dinilai tidak hanya akan mempercepat penyelesaian konflik agraria yang terus bertambah dari tahun ke tahun, melainkan juga merupakan cara penyelesaian baru konflik agraria yang lebih holistic dan terpadu.
Baca juga: Konflik Agraria, Tanah Adat dan Milik Rakyat Butuh Perlindungan
Dukungan itu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Nova Andika, melalui pernyataan pers yang kami terima hari ini. Menurut Nova, konflik agrarian merupakan salah satu persoalan krusial di masyarakat yang meski selalu dilakukan penyelesaian oleh pemerintah senantiasa bertambah dari tahun ke tahun.
Baca juga: Menteri ATR-BPN Didesak Tuntaskan Konflik Agraria Petani dan PTPN II
Mengutip catatan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), menurut Nova pada 2017 saja setiap hari terjadi dua konflik agraria, atau sekitar 659 konflik dalam setahun. Angka itu meningkat hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya, 2016, dengan cakupan lahan seluas 520 ribu hektare dan melibatkan 652 ribu kepala keluarga.
Lihat Juga :