Tiga Skenario Nasib Hubungan PDIP, Gerindra dan Golkar di Pilpres 2024

loading...
Tiga Skenario Nasib Hubungan PDIP, Gerindra dan Golkar di Pilpres 2024
Tiga tokoh yang dinilai menjadi penentu peta Pilpres 2024. Dari kiri: Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, dan Airlangga Hartarto. Foto/Instagram/SINDOnews/Istimewa
JAKARTA - LSI Denny JA mengungkapkan ada tiga tokoh yang akan menjadi penentu politik pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

Ketiganya adalah Ketua Umum DPP Partai Golkar Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Lalu apakah ketiga king/queen maker itu berpotensi berkoalisi atau beroposisi pada Pilpres 2024 nanti.

Berdasarkan riset yang dilakukan LSI Denny JA, ada tiga skenario yang mungkin terjadi. Skenario pertama, PDIP, Gerindra, dan Golkar berkoalisi pada Pilpres 2024.



"Skenario ini hanya mungkin terjadi jika Prabowo menjadi capres ketiga partai tersebut, Puan mengalah menjadi cawapres, Airlangga pun mengalah tidak menjadi capres dan cawapres," kata peneliti LSI Adjie Alfarany dalam hasil survei LSI Denny JA berjudul 3 King/Queen Maker Pilpres 2024 dan Komplikasinya yang dirilis Kamis 17 Juni 2021.Baca juga: Megawati King Maker Pilpres 2024, Pilih Puan atau Ganjar?

Menurut Adjie, skenario tersebut sulit terjadi jika Puan dan Airlangga tidak bersedia mengusung Prabowo menjadi capres.

Skenario kedua, PDIP berhadapan dengan koalisi Gerindra dan Golkar. Skenario ini mungkin terjadi jika PDIP tetap ingin mencalonkan kadernya sendiri menjadi capres, Prabowo menjadi capres Gerindra dan berpasangan dengan Airlangga sebagai cawapres dari partai Golkar.

"Namun catatanya, duet Prabowo-Airlangga sulit memenangkan pertarungan karena representasi politik Muslim tidak terwakili dalam duet ini," tutur Adjie.Baca juga: Tiga Tokoh Ini Jadi Penentu Peta Politik Pilpres 2024

Skenario ketiga, Capres PDIP berhadapan dengan capres Gerindra berhadapan dengan capres Golkar (PDIP vs Gerindra vs Golkar). "Skenario ini mungkin terjadi jika PDIP ingin mengusung capres dari kader sendiri," katanya.
(dam)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top