Catat, Ini Enam Hal Penting tentang Corona Varian Delta

loading...
Catat, Ini Enam Hal Penting tentang Corona Varian Delta
Petugas kesehatan memakai alat pelindung diri (APD) memeriksa tempat tidur pasien Covid-19 di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 16 Juni 2021. Foto/ANTARA FOTO/ANTARA/Arif Firmansyah/foc
JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih melanda Tanah Air. Belum ada tanda-tanda pandemi berakhir. Covid-19 belum berlalu, varian baru virus tersebut sudah bermunculan. Salah satunya varian Delta .

Berdasarkan data Kemeterian Kesehatan (Kemenkes) sampai 13 Juni 2021 menunjukkan sudah ada 107 kasus varian Delta (B.1617.2) di Indonesia. Sementara varian Alfa ada 36 kasus dan varian Beta ada lima kasus.

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara dan mantan Dirjen P2P dan Kepala Balitbangkes Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama menyebutkan data data World Health Organization (WHO) menyampaikan enam aspek tentang varian Delta ini.

Pertama, varian Delta terbukti meningkatkan penularan. Di Inggris dilaporkan ada 42.323 kasus varian Delta, naik 70% dari minggu sebelumnya, atau naik 29.892 kasus hanya dalam waktu satu minggu saja.



Begitu Juga, Public Health England (PHE) melaporkan varian Delta ternyata 60% lebih mudah menular daripada varian Alfa. Juga waktu penggandaannya (doubling time) berkisar antara 4,5 sampai 11,5 hari.

Kedua, tentang secondary attack rates, data terbaru dari Inggris menunjukkan bahwa secondary attack rates varian Delta lebih tinggi daripada Alfa. Secondary attack rate varian Delta adalah 2,6% dan yang varian Alfa sebesar 1,6% pada mereka yang ada riwayat bepergian, serta 8,2% pada varian Delta dan 12,4% pada varian Alfa pada kontak kasus yang tidak riwayat bepergian.

Ketiga,dampaknya membuat penyakit menjadi lebih berat dan parah, dan atau menyebabkan kematian. Data yang dikumpulkan WHO sampai 8 Juni 2021 menunjukkan hal ini masih belum terkonfirmasi (not confirmed), tapi memang ada laporan peningkatan harus masuk rawat inap di rumah sakit.

Di sisi lain, memang ada beberapa laporan yang membahas tentang kemungkinan lebih beratnya penyakit yang ditimbulkan varian ini. Baca juga: Sejumlah Anggota Positif Covid-19, Komisi VIII DPR Lockdown Mulai Hari Ini

Keempat, dampak varian Delta terhadap kemungkinan terinfeksi ulang sesudah sembuh, memang ada laporan bahwa pada varian Delta terjadi penurunan aktivitas netralisasi
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top