KSAL: Latihan Armada Jaya untuk Mengukur Kesiapan Tempur TNI AL
Selasa, 15 Juni 2021 - 07:08 WIB
loading...
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, latihan Puncak Armada Jaya ke-XXXIX, merupakan kesempatan yang baik guna mengukur kesiapan tempur TNI AL. Foto/Dispenal
A
A
A
JAKARTA - Latihan Puncak Armada Jaya ke-XXXIX, merupakan kesempatan yang baik guna mengukur kesiapan tempur serta kesiapan operasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI Angkatan Laut (AL) dalam rangka mendukung peningkatan kesiapsiagaan operasi TNI.
Hal itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, saat membuka pelaksanaan Geladi Posko Latihan Armada Jaya (AJ) XXXIX Tahun 2021 secara virtual di Selasar Gedung Neptunus, Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (14/6/2021). Baca juga: Dahsyat, Ilmu Sanjak Prajurit Marinir Bikin Pasukan Fretilin dan GAM Kocar-kacir
Pembukaan Geladi ini diikuti seluruh pejabat utama Mabesal, pejabat Kotama TNI AL, serta kepala dinas jajaran Mabesal dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. Kegiatan ini mengusung tema “Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab), Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin) dan Komando Tugas Gabungan Pertahanan Pantai (Kogasgabhantai) Melaksanakan Operasi Laut Gabungan, Operasi Amfibi, Operasi Pendaratan Administrasi dan Operasi Hantai dengan Didukung Operasi Dukungan Teritorial, Operasi Dukungan Informasi, Operasi Dukungan Kesehatan dan Operasi Dukungan Pasukan Khusus di Mandala Operasi Dalam Rangka Mendukung Kampanye Militer Komando Gabungan (Kogab) TNI.”
Dihadapan 2.348 peserta dari Kotama dan Satuan Kerja jajaran TNI AL, Yudo menjelaskan latihan Armada Jaya yang dilaksanakan secara daring (vicon) ini menggunakan aplikasi e-Gladi Posko dan telah diaplikasikan pada latihan sebelumnya. Latihan yang bertujuan melatih dan meningkatkan profesionalisme prajurit matra laut, sekaligus menguji doktrin operasi gabungan yang diaplikasikan dalam perencanaan operasi gabungan TNI dan kampanye militer. Baca juga: Duel Maut dengan Pimpinan Pemberontak, Nyawa Jenderal Kopassus Ini Nyaris Melayang
“Dalam latihan ini, skenario yang dilatihkan tetap mempertimbangkan perkembangan geopolitik di mandala operasi yang mengandung potensi konflik dan ancaman bagi negara kita. Di sisi lain, sasaran kegiatan ini adalah terciptanya interoperabilitas sistem Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, Intelijen, Pengamatan dan Pengintaian (K4IPP) serta kemampuan perencanaan satuan-satuan tugas dalam sebuah operasi laut gabungan,” katanya.
Hal itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, saat membuka pelaksanaan Geladi Posko Latihan Armada Jaya (AJ) XXXIX Tahun 2021 secara virtual di Selasar Gedung Neptunus, Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (14/6/2021). Baca juga: Dahsyat, Ilmu Sanjak Prajurit Marinir Bikin Pasukan Fretilin dan GAM Kocar-kacir
Pembukaan Geladi ini diikuti seluruh pejabat utama Mabesal, pejabat Kotama TNI AL, serta kepala dinas jajaran Mabesal dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. Kegiatan ini mengusung tema “Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab), Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin) dan Komando Tugas Gabungan Pertahanan Pantai (Kogasgabhantai) Melaksanakan Operasi Laut Gabungan, Operasi Amfibi, Operasi Pendaratan Administrasi dan Operasi Hantai dengan Didukung Operasi Dukungan Teritorial, Operasi Dukungan Informasi, Operasi Dukungan Kesehatan dan Operasi Dukungan Pasukan Khusus di Mandala Operasi Dalam Rangka Mendukung Kampanye Militer Komando Gabungan (Kogab) TNI.”
Dihadapan 2.348 peserta dari Kotama dan Satuan Kerja jajaran TNI AL, Yudo menjelaskan latihan Armada Jaya yang dilaksanakan secara daring (vicon) ini menggunakan aplikasi e-Gladi Posko dan telah diaplikasikan pada latihan sebelumnya. Latihan yang bertujuan melatih dan meningkatkan profesionalisme prajurit matra laut, sekaligus menguji doktrin operasi gabungan yang diaplikasikan dalam perencanaan operasi gabungan TNI dan kampanye militer. Baca juga: Duel Maut dengan Pimpinan Pemberontak, Nyawa Jenderal Kopassus Ini Nyaris Melayang
“Dalam latihan ini, skenario yang dilatihkan tetap mempertimbangkan perkembangan geopolitik di mandala operasi yang mengandung potensi konflik dan ancaman bagi negara kita. Di sisi lain, sasaran kegiatan ini adalah terciptanya interoperabilitas sistem Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, Intelijen, Pengamatan dan Pengintaian (K4IPP) serta kemampuan perencanaan satuan-satuan tugas dalam sebuah operasi laut gabungan,” katanya.
Lihat Juga :