Gerindra: Dilebur dengan Kementerian Riset dan Teknologi, Nadiem Butuh Wakil
Senin, 14 Juni 2021 - 21:30 WIB
loading...
Anggota Komisi X DPR RI, Ali Zamroni mendukung jika Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memiliki wakil menteri. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Ali Zamroni mendukung jika Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memiliki wakil menteri. Pasalnya tugas kementerian yang di bawahi Nadiem Makarim tersebut semakin berat setelah dilebur menjadi satu dengan Kementerian Riset dan Teknologi.
“Sangat setuju ada wamen. Apalagi kemendikbud sudah ada beban tambahan dengan bergabung ristek ke dalam tubuh Kemendikbud,” katanya, Senin (14/6/2021). Baca juga: Beban Kerja Bertambah, Pengamat Nilai Nadiem Makarim Butuh Wakil Menteri
Politikus Gerindra ini menjelaskan, kondisi pandemi Covid-19 ini membuat dunia pendidikan tidak optimal lantaran harus melakukan pembelajaran jarak jauh. Sehingga diperlukan terobosan -terobosan baru di dunia pendidikan. Apalagi di masa pandemi ini sektor pendidikan butuh banyak aksi-aksi nyata dalam merumuskan sebuah kebijakan.
Ali Zamroni menambahkan, Kemendikbud Ristek seharusnya memiliki wakil menteri karena mengelola anggaran besar dan nasib pendidikan di Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang anggarannya lebih kecil saja, memiliki wakil menteri. “Saya melihat beban Nadiem cukup berat, sehingga dibutuhkan wamen. Dengan anggaran Rp84 triliun saya melihat beban kerja kemendikbud begitu berat. Kemenparekraf yang anggarannya cuma Rp4,9 triliun saja ada wamennya,” tutupnya. Baca juga: Ristek Gabung ke Kemendikbud, Link and Match Jadi Tantangan
Sebelumnya, pengamat pendidikan dari Platform Indonesia untuk Jaringan Guru (Pijar Guru), Doni Koesoema menyebut tugas Nadiem bertambah setelah masuknya bidang riset dan teknologi ke kementeriannya. "Menurut saya Nadiem butuh wakil menteri karena tugasnya terlalu banyak dan luas," kata Doni.
“Sangat setuju ada wamen. Apalagi kemendikbud sudah ada beban tambahan dengan bergabung ristek ke dalam tubuh Kemendikbud,” katanya, Senin (14/6/2021). Baca juga: Beban Kerja Bertambah, Pengamat Nilai Nadiem Makarim Butuh Wakil Menteri
Politikus Gerindra ini menjelaskan, kondisi pandemi Covid-19 ini membuat dunia pendidikan tidak optimal lantaran harus melakukan pembelajaran jarak jauh. Sehingga diperlukan terobosan -terobosan baru di dunia pendidikan. Apalagi di masa pandemi ini sektor pendidikan butuh banyak aksi-aksi nyata dalam merumuskan sebuah kebijakan.
Ali Zamroni menambahkan, Kemendikbud Ristek seharusnya memiliki wakil menteri karena mengelola anggaran besar dan nasib pendidikan di Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang anggarannya lebih kecil saja, memiliki wakil menteri. “Saya melihat beban Nadiem cukup berat, sehingga dibutuhkan wamen. Dengan anggaran Rp84 triliun saya melihat beban kerja kemendikbud begitu berat. Kemenparekraf yang anggarannya cuma Rp4,9 triliun saja ada wamennya,” tutupnya. Baca juga: Ristek Gabung ke Kemendikbud, Link and Match Jadi Tantangan
Sebelumnya, pengamat pendidikan dari Platform Indonesia untuk Jaringan Guru (Pijar Guru), Doni Koesoema menyebut tugas Nadiem bertambah setelah masuknya bidang riset dan teknologi ke kementeriannya. "Menurut saya Nadiem butuh wakil menteri karena tugasnya terlalu banyak dan luas," kata Doni.
Lihat Juga :