Kepala Daerah Diminta Terbuka tentang Kondisi dan Data Penanganan Corona
Senin, 14 Juni 2021 - 18:07 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kasus Corona di Tanah Air Tembus 1,9 Juta
Pernyataan IBSW tersebut datang melalui pernyataan pers yang kami terima hari ini. Dalam pernyataan tersebut Direktur Eksekutif IBSW, Nova Andika, juga mengapresiasi gerak cepat Puan yang peka merespons kejadian melonjaknya angka penderita Cobid-19 di Kudus, dengan cara membagikan secara cuma-cuma 20 ribu dosis vaksin Covif-19 sebagai dorongan untuk diadakannya percepatan vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah.
"Artinya, Ketua DPR RI tidak hanya bisa mengingatkan, sesuatu yang menjadi tugas beliau sebagai pimpinan lembaga legislative tertinggi, melainkan pula membantu pihak eksekutif di Jawa Tengah untuk sesegera mungkin mencapai tingkat persentasi warga yang divaksinasi, yang akan memungkinkan terbentuknya imunitas kelompok atau herd immunity," kata Nova, Senin (14/6/2021).
Nova memuji Puan yang menurutnya sangat sensitif terhadap persoalan transparansi dalam pelaporan kondisi dan data penderita Covid-19. Pasalnya, telah menjadi rahasia umum, para pemimpin daerah, terutama di tingkat-tingkat pemerintahan terkecil di desa-desa, ditengarai menutup data sebenarnya penderita dan korban Corona untuk menghindari penilaian negatif dari pimpinan pemerintahan di atasnya.
"Sudah menjadi rahasia umum, di beberapa desa, warga yang meninggal karena Covid dilaporkan meninggal karena sakit yang lain, hanya agar desa tersebut tidak dimasukkan ke dalam zona merah yang menurut mereka mencoreng nama desa tersebut. Tentu saja hal itu salah dan merugikan, bukan hanya untuk desa itu, tetapi secara nasional," ucap Nova.
Sementara Nova mengingatkan, data dan kondisi riil tentang COVId di daerah, akan memengaruhi data di tingkat nasional, serta berdampak langsung kepada kebijakan pemerintah pusat.
Pernyataan IBSW tersebut datang melalui pernyataan pers yang kami terima hari ini. Dalam pernyataan tersebut Direktur Eksekutif IBSW, Nova Andika, juga mengapresiasi gerak cepat Puan yang peka merespons kejadian melonjaknya angka penderita Cobid-19 di Kudus, dengan cara membagikan secara cuma-cuma 20 ribu dosis vaksin Covif-19 sebagai dorongan untuk diadakannya percepatan vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah.
"Artinya, Ketua DPR RI tidak hanya bisa mengingatkan, sesuatu yang menjadi tugas beliau sebagai pimpinan lembaga legislative tertinggi, melainkan pula membantu pihak eksekutif di Jawa Tengah untuk sesegera mungkin mencapai tingkat persentasi warga yang divaksinasi, yang akan memungkinkan terbentuknya imunitas kelompok atau herd immunity," kata Nova, Senin (14/6/2021).
Nova memuji Puan yang menurutnya sangat sensitif terhadap persoalan transparansi dalam pelaporan kondisi dan data penderita Covid-19. Pasalnya, telah menjadi rahasia umum, para pemimpin daerah, terutama di tingkat-tingkat pemerintahan terkecil di desa-desa, ditengarai menutup data sebenarnya penderita dan korban Corona untuk menghindari penilaian negatif dari pimpinan pemerintahan di atasnya.
"Sudah menjadi rahasia umum, di beberapa desa, warga yang meninggal karena Covid dilaporkan meninggal karena sakit yang lain, hanya agar desa tersebut tidak dimasukkan ke dalam zona merah yang menurut mereka mencoreng nama desa tersebut. Tentu saja hal itu salah dan merugikan, bukan hanya untuk desa itu, tetapi secara nasional," ucap Nova.
Sementara Nova mengingatkan, data dan kondisi riil tentang COVId di daerah, akan memengaruhi data di tingkat nasional, serta berdampak langsung kepada kebijakan pemerintah pusat.
Lihat Juga :