Lompatan Kekuatan Laut Indonesia

loading...
Lompatan Kekuatan Laut Indonesia
Menambah kekuatan militer di laut merupakan keharusan untuk menjaga wilayah RI. FOTO/WIN CAHYONO
JAKARTA - Indonesia memborong delapan unit kapal fregat dari Italia? Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengenai belanja alusista besar-besaran tersebut.

Namun, dari sisi kebutuhan, TNI memang membutuhkan dukungan alusista gahar dan canggih demi mengamankan kedaulatan negarai di wilayah laut.

Pembelian kapal perang yang terdiri dari enam fregat kelas FREMM dan dua fregat bekas kelas maestrale tersebut bukan hanya akan menghadirkan daya tangkal yang mumpuni di tengah konflik di laut China Selatan (LCS), tetapi juga meningkatkan kapabilitas sekaligus mewujudkan TNI AL sebagai kekuatan kelas dunia. Walaupun TNI AL menempati posisi 10 besar dunia versi Global Fire Power,sejatinya dukungan kekuatan masih masih jomplang bila dibanding dengan tanggung jawab yang diembannya.

Baca juga: Angkatan Laut Mesir Terima Kapal Fregat Pertama Buatan Lokal



Sebagai informasi, sebagai salah satu negara dengan wilayah laut terluas –70% wilayah terdiri dari laut, memiliki garis pantai sepanjang 81.000 km, dan memiliki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) seluas 3,1 km2 yang menambah luas wilayah laut Indonesia menjadi 5,8 juta km2- kekuatan armada laut masih jauh dari mencukupi.

Sejauh ini, TNI hanya memiliki 8 kapal fregat, yang terdiri dari kelas Ahmad Yani dan kelas Martadinata. Dari 8 kapal yang masih beroperasi tersebut, yang benar-benar baru hanya 2 kelas Martadinata yang merupakan fregat jenis PKR10514 SIGMA. Sisanya sudah bersiap memasuki masa pensiun dan rencananya secara bertahap akan diganti dengan fregat kelas Iver Huitfeldt.

Baca juga: Jepang Luncurkan Kapal Fregat Siluman Terbaru

Lainnya adalah 25 kapal jenis korvet yang terdiri dari kelas BungTomo, kelas Sigma, kelas Fatahilah, dan Parchim. Ada juga belasan kapal cepat rudal kelas Clurit, kelas Mandau, dan Sampari; serta 50 lebih kapal patroli; dan berbagai jenis kapal pendukung lainnya. Kekuatan laut Indonesia kian berkurang setelah satu dari lima kapal selam-yakni kapal selam Nanggala, mengalami musibah di laut Bali beberapa waktu lalu.

Pengamat militer Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (LESPERSSI) Beni Sukadis dan pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mendukung keputusan pemerintah memborong frigat kelas berat. Beni, misalnya, menyeb ut pembelian fregat FREMM sudah tepat karena sesuai target modernisasi alutsista sekaligus meningkatkan kapabilitas pertahanan dalam menjaga kedaulatan maritim yang luasnya mencapai dua pertiga dari total teritorial Indonesia.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top