Kasus Covid-19 Melonjak, Satgas Bunyikan Alarm Bahaya untuk 13 Kabupaten/Kota
Rabu, 09 Juni 2021 - 19:49 WIB
loading...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito membunyikan alarm penanganan kasus Covid untuk 13 kabupaten dan kota. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 membunyikan alarm penanganan kasus Covid untuk 13 kabupaten dan kota. Dimana 9 kabupaten dan kota di antaranya kondisinya mengkhawatirkan. Sementara 4 kabupaten/kota sisanya dalam kondisi waspada.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kondisi daerah yang paling mengkhawatirkan jika kenaikan kasus Covid-19 nya melebihi 100% dan keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) lebih dari 70%. Menurutnya keadaan ini menunjukkan bahwa penanganan di wilayah tersebut sudah mulai tidak terkendali. Baca juga: WHO Nilai Indonesia Beruntung Berhasil Amankan Vaksin COVID-19 Sejak Awal Pandemi
“Apabila terus dibiarkan seiring dengan bertambahnya kasus, maka rumah sakit akan penuh dan pasien dengan gejala sedang berat tidak dapat ditangani dengan cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi kematian,” katanya dalam konfrensi persnya, Rabu, (9/6/2021). Baca juga: Keterisian RS Tinggi, Satgas Sarankan Rumah Sakit Tempuh Langkah Ini
Dia mengatakan saat ini terdapat kabupaten/kota yang berada dalam situasi mengkhawatirkan. Dimana 9 daerah tersebut kenaikan kasus Covid-19 nya lebih dari 100% dan BOR-nya lebih dari 70%. “Pertama, adalah Kudus. Dengan kenaikan kasus bahkan mencapai 7.594% dan BOR nya sudah mencapai 90,2%. Kedua adalah Jepara dengan kenaikan kasus 685% dan BOR mencapai 88,18%. Ketiga, Demak dengan kenaikan 370% dan bor mencapai 96,3%,” ungkapnya.
Keempat, Sragen dengan kenaikan kasus 338% dan BORnya mencapai 74,84%. Kelima, Bandung dengan kenaikan kasus 261% dan BOR mencapai 82,73%. Keenam adalah kota Cimahi dengan kenaikan kasus 250% dan BOR mencapai 76,6%.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kondisi daerah yang paling mengkhawatirkan jika kenaikan kasus Covid-19 nya melebihi 100% dan keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) lebih dari 70%. Menurutnya keadaan ini menunjukkan bahwa penanganan di wilayah tersebut sudah mulai tidak terkendali. Baca juga: WHO Nilai Indonesia Beruntung Berhasil Amankan Vaksin COVID-19 Sejak Awal Pandemi
“Apabila terus dibiarkan seiring dengan bertambahnya kasus, maka rumah sakit akan penuh dan pasien dengan gejala sedang berat tidak dapat ditangani dengan cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi kematian,” katanya dalam konfrensi persnya, Rabu, (9/6/2021). Baca juga: Keterisian RS Tinggi, Satgas Sarankan Rumah Sakit Tempuh Langkah Ini
Dia mengatakan saat ini terdapat kabupaten/kota yang berada dalam situasi mengkhawatirkan. Dimana 9 daerah tersebut kenaikan kasus Covid-19 nya lebih dari 100% dan BOR-nya lebih dari 70%. “Pertama, adalah Kudus. Dengan kenaikan kasus bahkan mencapai 7.594% dan BOR nya sudah mencapai 90,2%. Kedua adalah Jepara dengan kenaikan kasus 685% dan BOR mencapai 88,18%. Ketiga, Demak dengan kenaikan 370% dan bor mencapai 96,3%,” ungkapnya.
Keempat, Sragen dengan kenaikan kasus 338% dan BORnya mencapai 74,84%. Kelima, Bandung dengan kenaikan kasus 261% dan BOR mencapai 82,73%. Keenam adalah kota Cimahi dengan kenaikan kasus 250% dan BOR mencapai 76,6%.
Lihat Juga :