Soal Korupsi Menggila, Rocky Gerung: Memang, tapi Mahfud Ngoceh Doang
Selasa, 08 Juni 2021 - 10:15 WIB
loading...
Aktivis Rocky Gerung mengkritik Menko Polhukam Mahfud MD yang dianggapnya hanya curhat soal maraknya korupsi. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Perjalanan demokrasi di Indonesia dinilai justru memburuk belakangan ini. Ada gejala otoritarianisme yang dirasakan sebagian kalangan masyarakat, khususnya dalam kebebasan berpendapat. Hal ini membuat banyak orang lalu berpikir praktis dengan menginginkan kembalinya era masa lalu yang dianggap lebih baik dibandingkan kondisi saat ini.
Aktivis sosial politik Rocky Gerung menilai wajar cara berpikir praktis masyarakat dianggapnya frustrasi terhadap demokrasi.
“Nah, orang seperti Mahfud MD seharusnya paham soal ini bahwa kalau masyarakat frustrasi dengan demokrasi, maka mereka akan bilang, oke mari kita kembali dipimpin kalangan otoriter,” ujar dia dalam video terbaru di saluran youtube Rocky Gerung Official, Selasa (8/6/2021).
Sayang sekali, lanjut Rocky, Mahfud yang notabene aktivis demokrasi tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki kualitas demokrasi. Dia mengkritik Mahfud yang hanya bicara dan curhat pada posisi yang memungkinkannya berbuat lebih besar.
”Mahfud ngoceh-ngoceh doang, seolah-olah curhat bahwa tahu korupsi merajalela, lebih gede dari Orde Baru. Memang iya, tapi dia tidak berbuat apa-apa.
Aktivis sosial politik Rocky Gerung menilai wajar cara berpikir praktis masyarakat dianggapnya frustrasi terhadap demokrasi.
“Nah, orang seperti Mahfud MD seharusnya paham soal ini bahwa kalau masyarakat frustrasi dengan demokrasi, maka mereka akan bilang, oke mari kita kembali dipimpin kalangan otoriter,” ujar dia dalam video terbaru di saluran youtube Rocky Gerung Official, Selasa (8/6/2021).
Sayang sekali, lanjut Rocky, Mahfud yang notabene aktivis demokrasi tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki kualitas demokrasi. Dia mengkritik Mahfud yang hanya bicara dan curhat pada posisi yang memungkinkannya berbuat lebih besar.
”Mahfud ngoceh-ngoceh doang, seolah-olah curhat bahwa tahu korupsi merajalela, lebih gede dari Orde Baru. Memang iya, tapi dia tidak berbuat apa-apa.
Lihat Juga :