Survei Parameter Politik Indonesia: 45,3% Publik Tidak Setuju Jokowi 3 Periode
Sabtu, 05 Juni 2021 - 13:08 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/Setpres
A
A
A
JAKARTA - Selain memotret mengenai popularitas dan elektabilitas calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Parameter Politik Indonesia (PPI) juga menanyakan kepada publik mengenai wacana presiden tiga periode dalam rilis survei yang bertajuk 'Peta Politik Menuju 2024 dan Peta Politik Mutakhir' secara daring, Sabtu (5/6/2021).
Hasilnya, masyarakat tidak setuju dengan wacana itu, termasuk juga jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kepemimpinannya untuk periode ketiga. Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno mengungkap bahwa mayoritas masyarakat juga mengetahui mengenai wacana presiden tiga periode ini.
"Selain simulasi capres, kita melakukan survei tentang wacana presiden tiga periode, kita tanyakan ke publik apakah mereka tahu dan pernah mendengar tentang jabatan presiden tiga periode yang sampai saat ini masih ramai dibicarakan oleh publik. Rata-rata masyarakat mengatakan sekitar 53,5 persen tahu, aware terkait dengan isu yang berkaitan tiga periode, sementara yang bilang tidak tahu jumlahnya 46,5 persen, banyakan yang tahu ketimbang yang tidak tahu soal wacana presiden tiga periode," papar Adi.
Baca juga: Survei Capres Parameter Politik: Prabowo Teratas, Ganjar Posisi Kedua
Kemudian, Adi melanjutkan, adapun sikap responden terhadap wacana kebijakan presiden tiga periode, apakah mereka setuju jika jabatan presiden diubah dan diperpanjang menjadi tiga periode. Sebanyak 52,7% tidak setuju, yang setuju hanya 27,8%, dan selebihnya 19,5% tidak menjawab. Artinya, masyarakat tidak setuju jika jabatan presiden diubah menjadi tiga periode.
Kemudia, sambung dia, pihaknya juga menanyakan bagaimana respons dan sikap jika Jokowi jadi presiden selama tiga periode. Hampir sama seperti pertanyaan sebelumnya, mereka konsisten menolak jabatan Presiden Jokowi menjadi tiga periode, sebanyak 45,3% tidak setuju, sementara yang setuju Jokowi tiga periode 25,3% dan 29,4% tidak menjawab.
Hasilnya, masyarakat tidak setuju dengan wacana itu, termasuk juga jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kepemimpinannya untuk periode ketiga. Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno mengungkap bahwa mayoritas masyarakat juga mengetahui mengenai wacana presiden tiga periode ini.
"Selain simulasi capres, kita melakukan survei tentang wacana presiden tiga periode, kita tanyakan ke publik apakah mereka tahu dan pernah mendengar tentang jabatan presiden tiga periode yang sampai saat ini masih ramai dibicarakan oleh publik. Rata-rata masyarakat mengatakan sekitar 53,5 persen tahu, aware terkait dengan isu yang berkaitan tiga periode, sementara yang bilang tidak tahu jumlahnya 46,5 persen, banyakan yang tahu ketimbang yang tidak tahu soal wacana presiden tiga periode," papar Adi.
Baca juga: Survei Capres Parameter Politik: Prabowo Teratas, Ganjar Posisi Kedua
Kemudian, Adi melanjutkan, adapun sikap responden terhadap wacana kebijakan presiden tiga periode, apakah mereka setuju jika jabatan presiden diubah dan diperpanjang menjadi tiga periode. Sebanyak 52,7% tidak setuju, yang setuju hanya 27,8%, dan selebihnya 19,5% tidak menjawab. Artinya, masyarakat tidak setuju jika jabatan presiden diubah menjadi tiga periode.
Kemudia, sambung dia, pihaknya juga menanyakan bagaimana respons dan sikap jika Jokowi jadi presiden selama tiga periode. Hampir sama seperti pertanyaan sebelumnya, mereka konsisten menolak jabatan Presiden Jokowi menjadi tiga periode, sebanyak 45,3% tidak setuju, sementara yang setuju Jokowi tiga periode 25,3% dan 29,4% tidak menjawab.
Lihat Juga :