Pengamat Nilai Jika Pilpres 2024 Diikuti Dua Kandidat Lagi Tak Bagus

Senin, 31 Mei 2021 - 09:00 WIB
loading...
Pengamat Nilai Jika...
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai jika Pilpres 2024 kembali diikuti hanya dua kandidat, tidak bagus bagi masyarakat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019 hanya diikuti dua pasangan kandidat. Di Pilpres 2014, Pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa Versus Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK).

Di Pilpres 2019, Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin Versus Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Pada Pilpres 2014 dan 2019 itu, polarisasi atau terbelahnya masyarakat terjadi. Baca juga: Tiga Poros Parpol Ini Diprediksi Bertarung di Pilpres 2024, Siapa Saja Mereka?

Sementara itu, Pilpres 2024 masih sekitar tiga tahun lagi. Berkaca pada Pilpres 2014 dan 2019, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai jika Pilpres 2024 kembali diikuti hanya dua kandidat, tidak bagus bagi masyarakat. "Dua pasang itu tak bagus, karena akan menghadirkan polarisasi yang tajam seperti Pilpres lalu. Dan jika hanya dua pasangan, masyarakat tak banyak diberikan pilihan," kata Ujang kepada SINDOnews, Senin (31/5/2021). Baca juga: PDIP Ingin Pilpres 2024 Hanya Diikuti 2 Pasangan Calon

Maka itu, dia menilai sebaiknya Pilpres 2024 diikuti oleh tiga atau empat pasangan kandidat. "Masyarakat akan disuguhkan pilihan yang banyak," katanya.

Karena, kata dia, syarat ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold 20% kursi di DPR RI atau 25% perolehan suara nasional. "Soal didukung partai mana saja, itu masih belum terlihat. Semuanya masih dalam penjajakan dan pendekatan," imbuhnya.

Dia pun mengingatkan bahwa tidak ada petahana atau incumbent pada Pilpres 2024 nanti. "Jadi peluang itulah yang akan dimanfaatkan oleh partai politik dan para kandidat tuk bisa berlomba-lomba jadi Capres atau Cawapres," ungkapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi II DPR Bakal...
Komisi II DPR Bakal Panggil KPU Imbas Penggunaan Jet Pribadi
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
Saraswati Rahayu Mundur...
Saraswati Rahayu Mundur dari DPR, PB PII: Jadi Teladan Politik Generasi Muda
Berkaca dari Pilpres...
Berkaca dari Pilpres pada Momen Pemilihan Ketum PSI, Kaesang: Yang Menang Nomor 2
Kantor Sekretariat DPD...
Kantor Sekretariat DPD Partai Perindo Puncak Jaya Dibakar, Deiron Kogoya: Pemilukada Sudah Selesai, Pelaku Harus Diusut!
DPW Partai Perindo Jakarta...
DPW Partai Perindo Jakarta Kunjungi KPU DKI Bahas Verifikasi Parpol hingga Dana Bantuan Politik
Terima Audiensi DPW...
Terima Audiensi DPW Perindo, Ketua KPU DKI: Nilai Dana Bantuan Politik Rp7.500 per Satu Suara
Rekomendasi
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
Berita Terkini
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
Infografis
AS Tak Akan Selamatkan...
AS Tak Akan Selamatkan Sekutu NATO-nya Jika Dibom Nuklir Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved