Pilpres 2024 Cuma Diikuti Dua Pasangan Calon Cenderung Perkokoh Oligarki Politik

Sabtu, 29 Mei 2021 - 10:16 WIB
loading...
Pilpres 2024 Cuma Diikuti...
Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menginginkan agar Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasangan calon. Menurutnya, dengan hanya dua pasangan calon, akan membuat pelaksanaan kontestasi lima tahunan lebih efektif.

Menurut pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Robi Nurhadi, harapan Hasto Kristiyanto agar Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasangan boleh-boleh saja dalam konteks bahwa setiap orang boleh berpendapat.

"Namun dalam pandangan saya, perlu diperhatikan aspirasi politik dan dinamika politik yang berkembang. Misalnya, apakah dua pasangan capres tersebut sudah mampu mengakomodir arus besar aspirasi rakyat? Atau dua pasangan capres tersebut hanya representasi oligarkis? Apalagi misalnya, dua pasangan tersebut hanya dibuat untuk memudahkan pengaturan 'kawanan politik' tertentu, atau memudahkan kelompok bisnis tertentu untuk 'berinvestasi'?" jelas Robi kepada SINDOnews, Sabtu (29/5/2021).

Robi mengatakan, berbagai riset tentang hal itu memperlihatkan bahwa jauh lebih stabil saat kontestasi politik itu diikuti oleh lebih dari dua pasang calon dibanding hanya dua pasang. "Lebih dari dua pasang calon bisa berdampak pada terurainya potensi konflik politik. Apalagi kalau ideologi masih menjadi tema pertarungan," ujarnya.

Baca juga: PDIP Ingin Pilpres 2024 Hanya Diikuti 2 Pasangan Calon

Menurut Robi, lebih dari dua calon juga membuat sistem politik terlihat lebih akomodatif. Dalam konteks Indonesia saat ini, pilihan dua pasang capres juga akan cenderung memperkokoh oligarki politik. "Bahasa gaulnya, masyarakat sudah jenuh dengan fenomena 4L (Lu Lagi Lu Lagi). Kalau lihat survei capres kan terlihat bagaimana munculnya nama-nama lain yang di luar dari 'kawanan politik' tertentu."

Karena itu, Robi melihat bahwa publik mulai menghendaki adanya perubahan kepemimpinan nasional. Apakah dua pasang capres mampu mengakomodir ini? Kalau salah satu pasangnya ada nama-nama lain, mungkin saja pola dua pasang capres tersebut terwujud. Pertanyaannya, apakah PKS dan Demokrat mau mengusung nama-nama lain tersebut?

Baca juga: Anies-AHY Bakal Berhadapan dengan Pasangan Ini di Pilpres 2024

"Jadi, kata kuncinya adalah formasi pasangan capres akan terbentuk mengikuti aspirasi rakyat yang berkembang, bukan aspirasi elite tertentu," kata Robi.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Usulan KPK soal Capres-Cawapres...
Usulan KPK soal Capres-Cawapres dari Kader Partai Dinilai Keliru
Ditanya Maju Pilpres...
Ditanya Maju Pilpres 2029, Anies: Kita Lihat Nanti
Usulan KPK soal Bakal...
Usulan KPK soal Bakal Capres-Cawapres dari Kader Partai Tidak Mudah
Wapres Filipina Sara...
Wapres Filipina Sara Duterte Maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2028
Bagaimana Presiden Putin...
Bagaimana Presiden Putin Menundukkan Para Oligarki Rusia?
Siapa Nasry Asfura?...
Siapa Nasry Asfura? Capres Honduras Keturunan Palestina yang Didukung Trump
Rekomendasi
Lebih dari 20.000 ATM...
Lebih dari 20.000 ATM Terhubung, Layanan Tarik Tunai Gratis Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat
Soroti Kasus Penyekapan...
Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Berita Terkini
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Infografis
MK Tolak Seluruh Gugatan...
MK Tolak Seluruh Gugatan Pilpres Pasangan Anies-Cak Imin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved