TWK Pegawai KPK, Pakar Psikologi: Dapat Dibuktikan secara Ilmiah
Jum'at, 28 Mei 2021 - 17:57 WIB
loading...
Ketua Lab Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI), Prof Hamdi Muluk mengatakan, TWK yang digelar KPK bersama BKN dan Kemenpan RB bisa dibuktikan secara ilmiah. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Polemik pemberhentian 51 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) terus bergulir. Ada pro dan kontra di tengah masyarakat.
Ketua Lab Psikologi Politik Universitas Indonesia, Prof Hamdi Muluk mengatakan, TWK yang digelar KPK bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemenpan RB bisa dibuktikan secara ilmiah. “Tetapi perlu dipilah aspek mana saja yang bisa diungkap ke publik dan mana yang tidak bisa sehingga bisa dibuktikan tingkat efikasi dari tools tersebut memiliki tingkat validitas yang cukup baik,” kata Hamdi Muluk kepada wartawan, Jumat (28/5/2021).
Hamdi mengungkapkan TWK pegawai KPK menjadi tolak ukur kepribadian seseorang terkait kebangsaan. Mulai dari ideologi radikalisme, intoleransi, ideologi liberalisme hingga sosialisme. Baca juga: Satu Pegawai KPK Berlabel Merah Diselamatkan untuk Dibina Jadi ASN
“Bahwa alat ukur TWK itu tidak hanya untuk mengukur ideologi radikalisme, terorisme, atau intoleransi. Ideologi liberalisme, komunisme, sosialisme itu juga jadi aspek yang bisa diukur,” jelasnya.
Kepala Lab Psikologi Universitas Bina Nusantara Kampus Bekasi, Istiani menyebut TWK KPK sudah sesuai kaidah psikometri serta memiliki tingkat validitas yang baik. Namun, bila publik merasa janggal akan hasil TWK tersebut, maka BKN perlu membuktikan secara ilmiah.
Ketua Lab Psikologi Politik Universitas Indonesia, Prof Hamdi Muluk mengatakan, TWK yang digelar KPK bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemenpan RB bisa dibuktikan secara ilmiah. “Tetapi perlu dipilah aspek mana saja yang bisa diungkap ke publik dan mana yang tidak bisa sehingga bisa dibuktikan tingkat efikasi dari tools tersebut memiliki tingkat validitas yang cukup baik,” kata Hamdi Muluk kepada wartawan, Jumat (28/5/2021).
Hamdi mengungkapkan TWK pegawai KPK menjadi tolak ukur kepribadian seseorang terkait kebangsaan. Mulai dari ideologi radikalisme, intoleransi, ideologi liberalisme hingga sosialisme. Baca juga: Satu Pegawai KPK Berlabel Merah Diselamatkan untuk Dibina Jadi ASN
“Bahwa alat ukur TWK itu tidak hanya untuk mengukur ideologi radikalisme, terorisme, atau intoleransi. Ideologi liberalisme, komunisme, sosialisme itu juga jadi aspek yang bisa diukur,” jelasnya.
Kepala Lab Psikologi Universitas Bina Nusantara Kampus Bekasi, Istiani menyebut TWK KPK sudah sesuai kaidah psikometri serta memiliki tingkat validitas yang baik. Namun, bila publik merasa janggal akan hasil TWK tersebut, maka BKN perlu membuktikan secara ilmiah.
Lihat Juga :