TePI Minta Pengguna Data Pemilih untuk Kejahatan Harus Dihukum Berat
Sabtu, 23 Mei 2020 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
Artinya, tutur Jeirry, jika kedua lembaga tersebut mampu memberikan jaminan data yang benar dan valid sehingga pemilih tak khawatir kehilangan hak pilih maka ketertutupan data tak akan dipersoalkan. "Ke depan, memang harus diatur secara tegas bahwa orang yang menggunakan data itu untuk kepentingan kejahatan harus dihukum seberat-beratnya. Supaya ada efek jera," tegasnya.
Di samping itu, dia meminta agar berita atau cerita tentang data dibobol itu jangan jadi alibi untuk KPU bekerja tertutup atau juga jadi alasan pemerintah jadi bekerja tertutup. (Baca juga: Ratusan Data KPU Bocor, Kominfo Lakukan Penyelidikan)
"Jadi soal keamanan data ini, solusinya bukan ketertutupan data. Itu keliru. Solusinya ada di pengelolaan data dan mekanisme keterbukaan. Juga perbaikan dan peningkatan kinerja agar bisa meningkatkan kepercayaan publik," pungkasnya.
Di samping itu, dia meminta agar berita atau cerita tentang data dibobol itu jangan jadi alibi untuk KPU bekerja tertutup atau juga jadi alasan pemerintah jadi bekerja tertutup. (Baca juga: Ratusan Data KPU Bocor, Kominfo Lakukan Penyelidikan)
"Jadi soal keamanan data ini, solusinya bukan ketertutupan data. Itu keliru. Solusinya ada di pengelolaan data dan mekanisme keterbukaan. Juga perbaikan dan peningkatan kinerja agar bisa meningkatkan kepercayaan publik," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :