Wamenkumham Akui Buku Irman Gusman Perlihatkan Kondisi Hukum di Indonesia

Kamis, 20 Mei 2021 - 16:29 WIB
loading...
Wamenkumham Akui Buku...
Wamenkumham Eddy Hiariej mengakui buku Irman Gusman menggambarkan kondisi hukum dan penegakannya di Indonesia. Foto/youtube
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Eddy Hiariej mengakui kondisi penegakan hukum di Indonesia diperlihatkan dalam buku mantan ketua DPRD RI Irman Gusman yang berjudul Menyibak Kebenaran, Drama Hukum, Jejak Langkah dan Gagasan Irman Gusman.

"Kalo kita membuka buku tersebut, mulai dari eksaminasi kemudian buku kedua, buku ketiga yang diluncurkan, inilah yang memperlihatkan kondisi hukum di Indonesia," kata Eddy dalam sambutan peluncuran buku secara virtual Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Irman Gusman Luncurkan Buku soal Hukum dan HAM di Harkitnas

Dalam kesempatan itu, Eddy menyambut baik pengalaman hidup mantan Ketua DPD RI itu yang ditulis dalam buku. Sebab, menurut dia, apa yang tertulis itu akan tetap tinggal dan ketika orang membacanya akan terpatri dalam sanubari dalam pikirannya, dan akan diambil manfaat dan faedah dari apa yang telah dibacakannya.

Dia mengatakan bahwa hukum yang sekarang berlaku saat ini, Indonesia telah masuk ke dalam fase hukum modern. Eddy menjelaskan, dalam fase hukum modern, hukum itu bersifat netral. Namun sayangnya, kata dia, kenetralan hukum itu tidak bisa menjamin bahwa yang menang adalah yang benar, dan yang salah adalah yang kalah.

"Mengapa demikian? Law is the art intetpretation, hukum itu adalah seni berintepretasi. Sehingga sekali lagi saya tekankan, belum tentu yang menang itu adalah yang benar, dan yang salah itu adalah yang kalah," ujar dia.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Sahroni: Dengan UU Polri...
Sahroni: Dengan UU Polri Baru, Transparansi Penegakan Hukum Akan Lebih Meningkat
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
DPR: Revisi UU HAM Harus...
DPR: Revisi UU HAM Harus Memperkuat Sistem HAM Nasional
Adhie Massardi Munculkan...
Adhie Massardi Munculkan Gagasan tentang Kementerian Hak Asasi dan Martabat Manusia
Polri Tetapkan 13 Tersangka...
Polri Tetapkan 13 Tersangka Sepanjang 2026 Terkait Haji Ilegal
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Rekomendasi
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berita Terkini
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved