Tumbuhnya Kesadaran terhadap Ruang Pertahanan Kita
Selasa, 18 Mei 2021 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Tapi upaya modernisasi alutsista menghadapi tiga tantangan serius, yaitu pertama, kondisi anggaran untuk dukungan pengadan yang masih minim di mana alokasi untuk matra laut sebesar Rp8,03 triliun atau 6% dari total anggaran Kementerian Pertahanan, itu pun meliputi biaya perawatan serta pemeliharaan yang mencapai Rp4,281 triliun. Kedua, birokrasi yang panjang dalam proses pengadaan alutsista dianggap memperlambat program modernisasi. Padahal Indonesia juga dikejar waktu untuk menyelesaikan program modernisasi bidang pertahanan dalam kerangka minimum essential force (MEF) pada tahun 2024.
Ketiga, semua kementerian dan lembaga masih harus menyesuaikan dengan program prioritas penanganan Covid-19. Hal itu juga sebagaimana yang terlihat dalam Kebijakan Pokok Pertahanan Negara 2021 yang di antaranya melanjutkan penanganan Covid-19. Karenanya bukan pekerjaan yang mudah melakukan modernisasi alutsista di tengah refocusing anggaran akibat Covid-19.
Sejumlah tantangan tersebut mungkin pada kenyataannya jauh lebih banyak dan kompleks, karenanya diperlukan solusi alternatif untuk mengatasi persoalan ini. Terakhir, berkaitan dengan gerakan iuran membeli kapal selam, hendaknya itu tidak dianggap sebagai satire atau anggapan tidak perlu lainnya. Pandanglah gerakan tersebut sebagai upaya nyicil kepedulian dan peningkatan kesadaran rakyat Indonesia atas lingkungan geografis dan kondisi pertahanannya.
Rasanya baru kemarin kita merayakan peresmian KRI Alugoro-405 sebagai kapal selam asli karya anak bangsa, kini kita kehilangan salah satu harta terbesar kita, yaitu KRI Nanggala-402. Indonesia juga kehilangan 53 pahlawan yang menjaga perairan kita. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menempatkan 53 kru yang gugur dalam tugas di tempat terbaik di sisi-Nya.
Ketiga, semua kementerian dan lembaga masih harus menyesuaikan dengan program prioritas penanganan Covid-19. Hal itu juga sebagaimana yang terlihat dalam Kebijakan Pokok Pertahanan Negara 2021 yang di antaranya melanjutkan penanganan Covid-19. Karenanya bukan pekerjaan yang mudah melakukan modernisasi alutsista di tengah refocusing anggaran akibat Covid-19.
Sejumlah tantangan tersebut mungkin pada kenyataannya jauh lebih banyak dan kompleks, karenanya diperlukan solusi alternatif untuk mengatasi persoalan ini. Terakhir, berkaitan dengan gerakan iuran membeli kapal selam, hendaknya itu tidak dianggap sebagai satire atau anggapan tidak perlu lainnya. Pandanglah gerakan tersebut sebagai upaya nyicil kepedulian dan peningkatan kesadaran rakyat Indonesia atas lingkungan geografis dan kondisi pertahanannya.
Rasanya baru kemarin kita merayakan peresmian KRI Alugoro-405 sebagai kapal selam asli karya anak bangsa, kini kita kehilangan salah satu harta terbesar kita, yaitu KRI Nanggala-402. Indonesia juga kehilangan 53 pahlawan yang menjaga perairan kita. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menempatkan 53 kru yang gugur dalam tugas di tempat terbaik di sisi-Nya.
(bmm)
Lihat Juga :