Arsjad Rasjid Dorong UMKM Jadi Sumber Lapangan Kerja Baru

loading...
Arsjad Rasjid Dorong UMKM Jadi Sumber Lapangan Kerja Baru
Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju hadir dalam acara deklarasi Arsjad Rasjid sebagai Ketua Umum Kadin periode 2021 - 2026. Foto/Dok
JAKARTA - Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid punya perhatian khusus terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sebagai salah satu pilar penopang kebangkitan perekonomian nasional, Arsjad ingin mendorong pelaku UMKM untuk bisa jadi pemain di pasar global.

Baca juga: Bahlil Sebut Banyak UMKM yang Belum Dapat Izin Resmi Usaha

Arsjad mengatakan, ekspor produk-produk UMKM yang kini berada pada kisaran 14 persen, pada akhir tahun ini diharapkan akan naik menjadi 15,12 persen. Ia pun mendorong agar ke depan, kontribusi ekspor UMKM Indonesia dapat melampaui kinerja negara-negara lain, seperti Singapura yang mencapai 41 persen dan Tiongkok sebesar 60 persen.

Baca juga: Angkat Pamor Brand Lokal, Ridwan Kamil Sukses Lelang Produk UMKM Rp53 Juta



"Kadin akan terus mendorong pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk naik kelas. UMKM kita harus menjadi pemain terdepan di pasar global untuk lebih meningkatkan peranannya dalam perekonomian nasional," kata Arsjad dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/5/2021).

Arsjad mengatakan, Indonesia punya potensi besar untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru di daerah dan menghasilkan produk-produk berkualitas ekspor. Menurutnya, dibutuhkan langkah nyata dan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk mendorong agar UMKM naik kelas.

Baca juga: Turut Gerakkan Ekonomi UMKM dan IKM, Ketua DPD RI Dukung Warung KDI Nusantara

Arsjad optimistis kolaborasi yang baik antara Kadin dan pemerintah selama ini akan meningkatkan kepercayaan diri, pengetahuan, dan daya saing pelaku UMKM menjadi makin produktif sehingga dapat berkompetisi di pasar global.

"Saya mengapresiasi program pemerintah terkait pengembangan kawasan dan integrasi UMKM masuk rantai pasok, digitalisasi koperasi dan UMKM, inkubasi bisnis koperasi dan UMKM, serta skema pembiayaan sesuai model bisnis dan komoditas. Kebijakan ini sangat pro pertumbuhan UMKM," ucap Arsjad.

Lebih lanjut Arsjad mengungkapkan, UMKM berperan besar dalam menumbuhkembangkan perekonomian nasional. Saat ini, kontribusi sektor UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) adalah sebesar 61,07 persen. Tahun ini ditargetkan sebesar 62,36 persen dan pada 2024 mendatang naik menjadi 65 persen.



"Meningkatkan jumlah pengusaha UMKM menjadi salah satu strategi Kadin untuk menciptakan sumber pendapatan baru, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi kemiskinan. UMKM berperan penting sebagai salah satu motor pengerak pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. UMKM melibatkan banyak orang dan beragam usaha," jelasnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top