Pemerintah Didorong Perkuat Persiapan Faskes Antisipasi Lonjakan COVID-19

Jum'at, 14 Mei 2021 - 09:54 WIB
loading...
Pemerintah Didorong...
Mantan Direktur WHO Asia Tenggara dan mantan Dirjen P2P Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama perlu dilakukan antisipasi menghadapi lonjakan kasus COVID-19 salah satunya dengan memperkuat persiapan bidang kesehatan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Setiap pasca libur panjang diprediksi akan terjadi lonjakan kasus COVID-19 . Sehingga, menurut mantan Direktur WHO Asia Tenggara dan mantan Dirjen P2P Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama perlu dilakukan antisipasi menghadapi lonjakan kasus COVID-19 salah satunya dengan memperkuat persiapan bidang kesehatan.

“Kemungkinan kenaikan kasus sesudah libur lebaran, tentu mudah-mudahan peningkatan kasus jangan sampai tidak terkendali, tapi sebagai bentuk antisipasi maka setidaknya ada lima persiapan di bidang kesehatan yang dapat dilakukan,” ujar Tjandra dalam keterangan yang diterima, Jumat (14/5/2021). Baca juga: 4.123 Pemudik Positif COVID-19, Satgas: Hasil dari Skrining Random Polri

Pertama, kesiapan pelayanan kesehatan primer, baik Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lain yang sehari-hari biasa dikunjungi masyarakat. “Hal ini perlu dilakukan dalam sedikitnya dua hal yaitu kesiapan fasyankes primer kalau harus menerima konsultasi masyarakat tentang COVID-19. Dan bagaimana mereka menangani pasien yang dalam karantina mandiri di rumah masing-masing,” jelas Tjandra.

Kedua, persiapan menjamin agar sistem komunikasi dan rujukan tetap terjaga antara fasyankes primer dengan RS. “Ini juga punya dua area yaitu pertama bagaimana memudahkan kalau petugas kesehatan di layanan primer ingin berkonsultasi dengan para pakar di rumah sakit.”

“Kemudian adalah bagaimana sistem rujukan pasien yang akan di kirim ke rumah sakit serta yang sudah kembali dari rumah sakit. Sistem rujukan ini amat penting dan petugas kesehatan dilayanan primer perlu mendapat informasi yang selalu up to date tentang ketersediaan tempat tidur yang tersedia di RS mana di daerahnya, dan juga pasien-pasien yang sudah pulang dari RS yang mungkin masih perlu pemulihan di rumahnya,” sambungnya.

Ketiga, kesiapan rumah sakit. “Kesiapan rumah sakit sendiri, yang sudah banyak dibahas. Sedikitnya ada lima poin yang perlu disiapkan. SDM baik petugas kesehatan maupun petugas penunjang lainnya. Ketersediaan ruang rawat sampai mungkin perlu tenda darurat. Obat-obatan. Peralatan RS seperti ventilator dan oksigen,” kata Tjandra.

“Dan, alat pelindung diri (APD) dan mekanisme keamanan kerja petugas RS. Juga perlu dibuat sistem agar kalau memang terjadi kekurangan di salah satu dari lima poin ini maka bagaimana dapat ditangani secara cepat agar pasien dapat tertolong,” imbuhnya.

Keempat, persiapan untuk terus menjaga sistem surveilans dan pengumpulan data secara akurat. Hal ini, kata Tjandra, akan sangat penting karena situasi dapat sangat mudah berubah dan amat dinamis.

“Surveilans yang baik merupakan dasar utama dalam pengambilan keputusan yang tepat dalam situasi seperti ini. Perlu pula disiapkan sistem komunikasi risiko yang baik, agar informasi yang diterima masyarakat tidaklah membingungkan,” paparnya. Baca juga: Cegah Penularan COVID-19, Satgas Siapkan Random Testing bagi Pemudik Saat Arus Balik

Kelima, kesadaran masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Kalau memang akan ada peningkatan penularan di masyarakat maka 3 M menjadi modal utama kita atau kalau di luar negeri disebut sebagai 3 W, wear a mask, wash your hand and watch the distance,” tegas Tjandra.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Daop 1 Jakarta Tambah 9 Perjalanan Kereta Jarak Jauh
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
Libur Panjang Dongkrak...
Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Mal, APPBI Optimistis Sektor Ritel Tetap Bergairah
50.342 Kendaraan dari...
50.342 Kendaraan dari Arah Trans Jawa Kembali ke Jakarta
Rekomendasi
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Menembus Lima Abad Sejarah...
Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua
Lagu Sedia Aku Sebelum...
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Viral di Australia, Gita Idgitaf Ungkap Sempat Tertekan
Berita Terkini
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved