IDI Tambah Kapasitas Tempat Tidur hingga Ventilator di RS Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca Lebaran

loading...
IDI Tambah Kapasitas Tempat Tidur hingga Ventilator di RS Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca Lebaran
Ketua Satuan Tugas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban meminta harus ada antisipasi terhadap potensi lonjakan kasus COVID-19. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pembelajaran pasca libur panjang kasus COVID-19 dapat diprediksi akan mengalami lonjakan. Ketua Satuan Tugas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) , Zubairi Djoerban meminta harus ada antisipasi terhadap potensi lonjakan kasus COVID-19.

Zubairi pun memberikan contoh apa yang telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, saat ini sudah mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca Lebaran dengan menambah kapasitas tempat tidur hingga ventilator. Baca juga: Horor, 40 Mayat Diduga Korban COVID-19 Dibuang di Sungai Gangga India

“Syahdan. Apa yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati itu amat bagus. Mereka sudah menyatakan siap untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca Lebaran. Seperti menambah kapasitas tempat tidur hingga ventilator. Bismillah kita bisa antisipasi,” tulis Zubairi lewat akun media sosial pribadinya, dikutip Selasa (11/5/2021).

Selain itu, Zubairi meminta agar Indonesia tidak merasa tenang karena kasus COVID-19 tidak melonjak besar-besaran seperti India ataupun Malaysia. “Janganlah kita merasa tenang karena belum seperti India atau Malaysia,” katanya.



Apalagi, meski sudah dilarang mudik masih banyak masyarakat yang mencoba menerobos untuk mudik. “Pasalnya, dengan melihat banyaknya orang yang menerobos mudik, tentu akan ada gelombang COVID-19 yang datang. Saya tak berharap gelombang itu bakal besar. Tapi antisipasi kan perlu. Jangan anggap remeh,” tegas Zubairi.

Zubairi pun meminta harus segera mitigasi agar kasus COVID-19 tidak terjadi lonjakan tajam. Apalagi, kini varian B1617 asal India sudah masuk ke Indonesia. Hal ini dikhawatirkan akan meningkatkan kasus COVID-19. Baca juga: Pasar Tanah Abang Ramai Kembali, Terjadi Peningkatan 6% Kasus Aktif COVID-19 di Jakpus

“Pembelajaran jelang Lebaran: terlalu banyak dinamika terkait kebijakan mudik dan kebijakan WNA masuk Indonesia. Artinya apa? Perlu ada intervensi sejak dini. Ini mutlak. Kita perlu perilaku mitigasi segera. Apalagi sudah ada 10 kasus varian B1617 asal India di Indonesia,” papar Zubairi.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top