Larang Mudik, Korlantas Diharap Kedepankan Sikap Persuasif dan Humanis
Jum'at, 07 Mei 2021 - 12:14 WIB
loading...
A
A
A
"Korlantas Polri dengan sigap menerjemahkan larangan mudik dengan mengerahkan personel Polri menghalau pemudik. Tak hanya di jalan utama, namun juga hingga jalan-jalan tikus yang berpotensi dilewat pemudik," ucapnya.
Baca juga: Hari Kedua Larangan Mudik, Sejumlah Mobil dari Medan Diputarbalik
JAMMI pun mengapresiasi Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono karena operasi ketupat 2021 mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. "Meski terjadi penghalauan pemudik, namun Korlantas Polri tetap mengedepankan tindakan persuasif dan humanis," ujar Irfaan.
Dia melanjutkan, masyarakat yang nekat mudik akan diberi teguran dan diperintah agar putar balik ke daerah asal. Kemudian salah bentuk pencegahan yang dilakukan Korlantas Polri adalah penyekatan di pos-pos dengan menyebar 155 ribu personel di 381 titik.
Irfaan juga memahami jika di lapangan terjadi dinamika di hari pertama penyekatan mudik yang menurutnya biasa terjadi jika warga menemui kondisi baru. "Ada pemeriksaan dan penyekatan bagi pemudik tapi bukan bagi pekerja yg hendak bekerja di daerah tersebut," tuturnya.
Irfan menegaskan, setelah dinamika tersebut tersebar informasi luas baik di media maupun medsos bahwa kondisi di lapangan sudah normal kembali , para pekerja sudah bisa melintas dengan lancar.
Baca juga: Hari Kedua Larangan Mudik, Sejumlah Mobil dari Medan Diputarbalik
JAMMI pun mengapresiasi Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono karena operasi ketupat 2021 mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. "Meski terjadi penghalauan pemudik, namun Korlantas Polri tetap mengedepankan tindakan persuasif dan humanis," ujar Irfaan.
Dia melanjutkan, masyarakat yang nekat mudik akan diberi teguran dan diperintah agar putar balik ke daerah asal. Kemudian salah bentuk pencegahan yang dilakukan Korlantas Polri adalah penyekatan di pos-pos dengan menyebar 155 ribu personel di 381 titik.
Irfaan juga memahami jika di lapangan terjadi dinamika di hari pertama penyekatan mudik yang menurutnya biasa terjadi jika warga menemui kondisi baru. "Ada pemeriksaan dan penyekatan bagi pemudik tapi bukan bagi pekerja yg hendak bekerja di daerah tersebut," tuturnya.
Irfan menegaskan, setelah dinamika tersebut tersebar informasi luas baik di media maupun medsos bahwa kondisi di lapangan sudah normal kembali , para pekerja sudah bisa melintas dengan lancar.
Lihat Juga :