Satgas Sebut Kebijakan Peniadaan Mudik Sudah Dianalisa Sejak Lama

Kamis, 06 Mei 2021 - 14:27 WIB
loading...
Satgas Sebut Kebijakan...
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, masyarakat yang tetap nekat mudik pulang kampung, dinilai akan menjadi beban pemda. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Masyarakat yang tetap nekat mudik (pemudik) untuk pulang kampung, dinilai akan menjadi beban pemerintah daerah (pemda).

Baca juga: Penyekatan Mudik di Bekasi, Ratusan Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Hal ini dikatakan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam dialog 'Tunda Mudik, Selamatkan Keluarga di Kampung' secara virtual dari Graha BNPB, Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Menurut Wiku, kebijakan peniadaan mudik ini telah dianalisis dan dikoordinasikan cukup lama, lebih dari satu setengah bulan.

Baca juga: Tahan Rindu untuk Mudik, ART Ini Cuma Bisa Transfer Uang untuk Keluarga

"Memang pemerintah kebijakannya satu yaitu peniadaan mudik. Itu sudah di analisis cukup lama, jadi sekitar 1 bulan, satu setengah bulan sebelum bulan Ramadhan itu sudah ada koordinasi antar kementerian/lembaga untuk membahas peniadaan mudik," kata Wiku.

Mengingat kata Wiku, pembelajaran 1 tahun yang lalu bahwa setiap kali liburan panjang termasuk Idul Fitri selalu meningkatkan kasus dalam jumlah yang cukup tinggi. "Bahkan bisa lebih dari 100%," ucapnya.

Baca juga: Lolos dari Tol Pejagan Brebes, 9 Travel Pemudik Ini Tak Berkutik di Kalikangkung Semarang

"Maka dari itu kita lihat waktu yang paling kritikal untuk yang mudik kali ini adalah tanggal 6 sampai dengan 17 Mei. Maka dari itu kita atur pernyataan mudik pada tanggal tersebut," paparnya.

Namun kata Wiku, keinginan masyarakat untuk mudik sangat kuat sehingga dibuat aturan tambahan tentang pelarangan mudik.

"Rupanya masyarakat, karena mungkin mudik itu adalah suatu budaya yang sulit untuk ditinggalkan, mereka berusaha melakukan mudik belum nya sebelum tanggal 6 Mei, maka dari itu kita juga mengantisipasi itu," jelasnya.

"Maka kita buat aturan lagi untuk pengetatan mulai dari tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei. Tapi rupanya dengan pengetatan itu kita lihat secara nasional beberapa tempat tertentu ternyata terjadi juga orang-orang yang menggunakan persyaratannya sesuai dengan persyaratan dan prinsipnya mudik," sambungnya.

Wiku menegaskan, pemudik ini akan menjadi beban pemda, ini tentunya pemda yang harus mengantisipasi lonjakan orang yang datang dan potensi terjadinya penularan.

"Karena orang-orang yang datang ini juga harusnya betul-betul memahami apa kondisinya belum tentu setiap daerah mempunyai persiapan yang sama dalam menerima apa namanya para orang-orang yang mudik ini," tuturnya.

Biasanya kata Wiku, pemudik ini lebih mudah risiko di daerah menjadi lebih tinggi untuk ketemu dengan orang-orang yang tua, karena mereka rentan terhadap Covid-19 ini. "Apabila tertular jadi kondisinya lebih buruk," tegasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Menko PMK: Satgas Covid-19 Otomatis Bubar
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Indonesia Masuk Endemi,...
Indonesia Masuk Endemi, Satgas Beberkan Dasar Pencabutan Status Pandemi Covid-19
Covid-19 Per 8 Mei 2023,...
Covid-19 Per 8 Mei 2023, Bertambah 1.149 Kasus dan 21 Orang Meninggal
Covid-19 Per 5 Mei 2023,...
Covid-19 Per 5 Mei 2023, Bertambah 2.122 Kasus dan 20 Orang Meninggal
Kasus Covid-19 Kembali...
Kasus Covid-19 Kembali Naik, Wakil Ketua MPR: Protokol Kesehatan Harus Diaktifkan Lagi
Cara Pasang Roof Box...
Cara Pasang Roof Box di Mobil agar Aman Dipakai Mudik
7 Tips Mudik Lebaran...
7 Tips Mudik Lebaran Sendirian bagi Perempuan, Biar Makin Aman dan Nyaman
Mengenal Microsleep...
Mengenal Microsleep saat Mudik, Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Rekomendasi
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Berita Terkini
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved