Malaysia Darurat Covid-19, IDI: Indonesia Harus Waspada dan Bersiap

loading...
Malaysia Darurat Covid-19, IDI: Indonesia Harus Waspada dan Bersiap
Ketua Satuan Tugas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban meminta masyarakat waspada terjadinya gelombang kasus Covid-19 di Indonesia. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) , Zubairi Djoerban meminta masyarakat waspada terjadinya gelombang kasus Covid-19 di Indonesia.

Zubairi pun mengingatkan agar belajar dari gelombang besar-besaran kenaikan kasus Covid-19 seperti yang terjadi di India. Bahkan, kini negara tetangga Indonesia yakni Malaysia pun juga sedang mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang tinggi. Baca juga: Indonesia Bukan India, Pilkada Serentak 2020 Sudah Membuktikan

“Gelombang itu mendekat ke Indonesia? Bisa saja. Lihat Malaysia sekarang. Kasus Covid-19-nya meningkat signifikan. Lockdown pun diberlakukan di beberapa kota. Tolong jangan remehkan ini. Kita tahu apa yang terjadi dengan India. Waspada dan bersiap dengan segala kemungkinan,” cuit Zubairi dikutip Rabu (5/5/2021). Baca juga: Varian Baru Masuk ke Indonesia, Angka Kematian Covid-19 Meningkat 3,16 Persen

Selain itu, Zubairi meminta pemerintah bersiap untuk segala kemungkinan terjadinya kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Salah satu yang bisa dilakukan, kata Zubairi adalah dengan menyiapkan stok oksigen. Jangan sampai suplai oksigen terganggu seperti yang terjadi di India. “Bukan berharap yang buruk. Tapi ada baiknya kita dorong pemerintah menyiapkan stok oksigen untuk keperluan darurat. Seperti mendesentralisasi stok di beberapa daerah sehingga segera tersedia jika suplai terganggu. Semoga kita punya mitigasi untuk hal ini,” kata Zubairi.

Selain itu, Zubairi meminta agar pemerintah melakukan penyaringan yang ketat para pekerja migran dari Malaysia yang akan kembali ke Indonesia. Upaya ini harus dilakukan untuk mengontrol terjadinya potensi transmisi Covid-19.



“Nah. Penyaringan para pekerja migran yang dipulangkan dari Malaysia ini harus ketat. Apalagi menjelang Lebaran. Kontrol terhadap pekerja-pekerja migran itu adalah kunci. Notabene, ada 200 TKI yang positif Covid-19,” ungkap Zubairi.
(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top