Isu Novel Baswedan Dipecat dari KPK, Demokrat Singgung Revolusi Mental

Selasa, 04 Mei 2021 - 23:17 WIB
loading...
Isu Novel Baswedan Dipecat...
Novel Baswedan dan puluhan pegawai KPK lainnya diisukan dipecat karena tidak lulus tes wawasan kebangsaan. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrat , Benny K Harman turut berkomentar tentang isu pemecatan Novel Baswedan dan puluhan pegawai KPK lainnya. Adapun komentar itu dituliskan melalui akun medsosnya.

Benny K Harman melalui akun Twitternya @BennyHarmanID pada Selasa (4/5/2021) pagi sekitar pukul 08.57 WIB menuliskan komentarnya tentang isu pemecatan Novel Baswedan dan puluhan pegawai lainnya.

Menurutnya, bila sampai berita tentang isu pemecatan Novel Baswedan dan puluhan pegawai KPK lainnya itu benar, Presiden RI Joko Widodo pun dianggap telah melanggar Revolusi Mental, sebuah ideologi politik yang sejatinya dia gagas sendiri. Padahal, kata dia, menyelamatkan dan memperkuat KPK itu merupakan inti utama dari revolusi mental tersebut.

Baca juga: Lulus Akpol, Habiburokhman Ragukan Novel Baswedan Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

"Ada khabar Novel Baswedan dan puluhan pegawai lain dipecat. Jika ini berita benar, Presiden Jokowi telah melanggar Revolusi Mental, ideologi politik yang dia gagas sendiri. Selamatkan dan perkuat KPK adalah inti utama dari revolusi mental itu. #RakyatMonitor," tulis Benny pada Selasa (4/5/2021).

Sebelumnya, ada isu tentang banyaknya pegawai lembaga antirasuah yang tidak lolos tes asessment wawasan kebangsaan dalam rangka alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Bahkan, para pegawai KPK yang tidak lolos tes ASN itu dikabarkan bakal dipecat.

Baca juga: Novel Tak Lulus Tes Wawasan Kebangsaan, Netizen: Mantan Perwira Polisi Bisa Gagal
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
Rumah Bupati Sugiri...
Rumah Bupati Sugiri Sancoko Digeledah, 3 Mobil Hardtop dan 1 Alphard Disita
KPK Periksa 9 Saksi,...
KPK Periksa 9 Saksi, Telusuri Pemberian Uang ke Bupati Gatut Sunu Wibowo
Tokoh Adat Sebyar Kritik...
Tokoh Adat Sebyar Kritik Komentar Novel Baswedan soal Film Pesta Babi
Rekomendasi
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved