TePI: Data Pemilih Terbuka, Tak Perlu Diretas Jika Ingin Dapatkan

Jum'at, 22 Mei 2020 - 12:24 WIB
loading...
TePI: Data Pemilih Terbuka,...
Informasi yang mengumumkan dugaan kebocoran data pemilih di Indonesia ditanggapi oleh Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampouw. Foto/PGI
A A A
JAKARTA - Informasi yang mengumumkan dugaan kebocoran data pemilih di Indonesia ditanggapi oleh Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampouw. Adapun informasi dugaan kebocoran data pemilih itu diungkapkan oleh akun Twitter @underthebreach.

Jeirry berpendapat tidak perlu diretas untuk mengambil data pemilih di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebab, datanya terbuka. "Kan data pemilih memang data terbuka. Jadi tak perlu diretas jika ingin dapatkan," ujar Jeirry kepada SINDOnews, Jumat (22/5/2020). (Baca juga: Data Pemilih Pemilu Dibobol Hacker, KPU Langsung Cek Server Data )

Dia mengatakan data yang terbuka itu merupakan bagian dari konsekuensi kita menganut demokrasi terbuka. "Data seperti itu bisa juga didapat dari lembaga negara lain kan. Seperti Kemendagri, dan lain-lain," ucapnya.

Di samping itu, dia mengakui bahwa era terbuka seperti sekarang memang seringkali agak dilematis posisinya. Di satu sisi, kata dia, harus transparan dalam menjalankan proses demokrasi, termasuk harus terbuka dengan data.

"Tapi di sisi lain, kita tahu ada saja orang yang akan memanfaatkan data itu untuk kepentingan yang negatif atau untuk melakukan kejahatan," terangnya.

Menurutnya, transparansi adalah salah satu prinsip demokrasi yang penting. "Jadi tak mungkin juga diabaikan," katanya. (Baca juga: Marbot Masjid di Palembang Dikeroyok Saat Membangunkan Sahur)

Dia menambahkan baik buruknya kinerja sebuah lembaga demokrasi juga ditentukan dari sejauh mana dia terbuka dalam menjalankan kinerja lembaga. "Namun keterbukaan demokrasi ini memang sering dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan kejahatan. Misalnya dalam soal keterbukaan data ini," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
Ungkap Alasan Tidak...
Ungkap Alasan Tidak Teliti Ijazah Presiden Selain Jokowi, Abdul Gafur: Punya Indikasi Palsu Gak?
Roy Suryo Ungkap Ada...
Roy Suryo Ungkap Ada Perbedaan di Salinan Ijazah Jokowi dari KPU
Bonatua Diperiksa Kasus...
Bonatua Diperiksa Kasus Ijazah Jokowi, Dicecar 27 Pertanyaan
Bonatua Bakal Unggah...
Bonatua Bakal Unggah Salinan Ijazah Jokowi Terlegalisir Tanpa Sensor ke Medsos, Ini Penampakannya!
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
Rekomendasi
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
Intelijen: Ukraina Akan...
Intelijen: Ukraina Akan Lenyap jika Tak Setuju Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved