BPIP Dorong Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Dasar hingga Tinggi

Selasa, 04 Mei 2021 - 10:27 WIB
loading...
BPIP Dorong Pancasila...
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rikard Bagun berharap Pancasila bisa masuk kurikulum pendidikan dasar sampai tinggi.
A A A
JAKARTA - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rikard Bagun berharap Pancasila bisa masuk kurikulum pendidikan dasar sampai tinggi. Selain penting untuk membangun karakter bangsa, Pancasila ampuh membentengi milenial dari efek buruk digitalisasi.

Hal itu disampaikan Rikard saat menjadi pembicara kunci diskusi virtual 'Pancasila dalam Kurikulum' yang digelar Gen Indonesia, Senin (3/5/2021). Hadir pula Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian, Kepala Balitbang Kemendikbudristek Anindito Aditomo, Anggota Komisi II DPR Anwar Hafid, dan Direktur Pengkajian Materi BPIP Muhammad Sabri.

Rikard mengatakan, pendidikan diyakini selama berabad-abad sebagai sistem terbaik untuk mendorong internalisasi nilai. Sementara Pancasila menumbuhkan kepribadian warga Indonesia yang khas, yakni semangat gotong royong, kemanusiaan, musyawarah mufakat, dan ketuhanan.

"Apalagi Pancasila sebagai dasar atau filsafat negara. Kalau digeser, ini akan mengguncang hebat hingga eksistensi bangsa akan dipertaruhkan," ujarnya.

Baca Juga: Tunduk pada Pancasila, Tangkal Radikalisme di Kampus

Mantan wartawan ini yakin Pancasila diperlukan generasi milenial dalam menghadapi benturan digital. Di satu sisi teknologi digital bermanfaat bagi kemajuan,di sisi lain juga menghasilkan hoaks, fake news, dan ujaran kebencian yang masif.

"Jika tidak dibekali dengan wawasan kebangsaan, efek buruk digital itu menghasilkan disorientasi dan perpecahan," katanya.

Lantas bagaimana Pancasila diajarkan? Rikard menilai sebelumnya ada kesan Pancasila hanya hafalan. Kalau tak hafal, tak bisa lulus. "Dialog bukan monolog. Dengan dialog akan merangsang pemikiran melahirkan sintesa. Sehingga ilmu pengetahuan akan berkembang," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi Pendidikan DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan, hampir semua fraksi mendukung Pancasila masuk kurikulum. Apakagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah membuat visi 'Merdeka Belajar' yang menghasilkan Pelajar Pancasila.

Peserta didik diharapkan tak hanya berprilaku sesuai nilai Pancasila, tapi juga berkompetisi global. Sayangnya, kata dia, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 yang menjadi turunan Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional justru tidak memperkuat niat untuk menegaskan Pancasila di satuan-satuan pendidikan.

"Karena itu kami minta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera mengajukan draft revisi atas PP ini," kata Hetifah.

Politisi Partai Golkar ini menekankan PP turunan dari UU Sisdiknas itu harus memasukkan secara eksplisit pendidikan Pancasila. "Rabu ini kami akan rapat dengan mas Menteri (Nadiem Makariem), dan akan menanyakan soal ini," ujarnya.

Langkah Komisi X DPR itu diapresiasi Direktur Pengkajian Materi BPIP M Sabri. Memang perlu penguatan institusional terkait pendidikan Pancasila. BPIP sendiri, saat ini tengah melakukan penyusunan bahan ajar pendidikan Pancasila dari PAUD sampai pendidikan tinggi.

"Insya Allah per 1 Juni nanti bahan ajar ini akan kami luncurkan dan diskusikan," katanya.

Dia memastikan bahan ajar versi BPIP itu tidak menggunakan pendekatan hafalan atau monolog. Melainkan dialog dan variatif yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan. "Nilai Pancasila itu sangat dekat dengan kehidupan. Jadi tidak perlu berpikir besar soal nilai Pancasila. Karena nilai-nilai itu bisa tumbuh dari tokoh lokal atau tokoh agama di sekitar kita," ucapnya. (CM)
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPIP: Gencatan Senjata...
BPIP: Gencatan Senjata Amerika–Iran Harus Jadi Momentum Penyelesaian Konflik
Jazuli: RUU BPIP Momentum...
Jazuli: RUU BPIP Momentum Revitalisasi Pancasila di Tengah Turbulensi Dunia
Tok! RUU BPIP Disahkan...
Tok! RUU BPIP Disahkan Jadi Usul Inisiatif DPR
Megawati: Saya Perlu...
Megawati: Saya Perlu Pejuang Muda untuk Mempertahankan Republik Indonesia
Gelar Pembinaan Ideologi...
Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila, BPIP Luncurkan Virtual Expo 2025 di UI Depok
Jimly Asshiddiqie Sebut...
Jimly Asshiddiqie Sebut RUU BPIP Penting untuk Perkuat Implementasi Asta Cita
BPIP Apresiasi Pemkab...
BPIP Apresiasi Pemkab Banyumas Buat Perda Pendidikan Pancasila
Kunjungi PLBN Sota,...
Kunjungi PLBN Sota, BPIP: Perkuat Ideologi Pancasila di Perbatasan Papua
Kunjungi Papua, Kepala...
Kunjungi Papua, Kepala BPIP: Hadirkan Pancasila dengan Pendekatan Afektif-Partisipatif
Rekomendasi
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Berita Terkini
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved