Puasa, Sedekah, THR, dan Pemulihan Ekonomi
Senin, 03 Mei 2021 - 06:18 WIB
loading...
A
A
A
Pada bulan Ramadan, pengeluaran rumah tangga masyarakat cenderung mengalami peningkatan. Hal itu menjadi anomali ketika umat Islam berpuasa, membatasi diri, serta mengatur atau mengurangi makan dan minumnya sehingga permintaan konsumsi bahan pangan akan menurun, tetapi kenyataannya justru pada bulan Ramadan permintaan kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat.Hasil kajian Febriyanto dkk (2019) menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi rumah tangga meningkat antara 10-30% hingga 100-150% selama bulan puasa. Uniknya, hal itu juga terjadi di sektor lain seperti sektor pertanian, peternakan, konveksi pakaian, kerajinan tangan, dan bahan bangunan juga terjadi peningkatan pembelian di bulan Ramadan.
Peningkatan konsumsi masyarakat di bulan Ramadan dapat dimanfaatkan sebagai momentum Ramadan pemicu paling positif dalam mendorong aktivitas ekonomi. Bahkan, momen ini punya andil penting mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi masyarakat. Makanan, sandang, dan jasa (transportasi dan pembayaran) adalah komoditas dan sektor paling banyak disasar oleh masyarakat. Pada momen ini pemulihan perlu terus didorong dengan tetap menjaga pengendalian pandemi Covid-19.
THR Stimulus Pemulihan Ekonomi
Di tengah kebijakan larangan mudik untuk Lebaran tahun ini, namun tunjangan hari raya (THR) masih tetap menjadi sesuatu yang dinanti di akhir Ramadan. Tak sedikit para karyawan, baik di sektor swasta maupun pemerintah, menantikan momen tersebut. Khusus bagi pegawai negeri sipil (PNS), Menteri Keuangan telah mengabarkan bahwa pencairan THR bagi PNS tahun ini tidak diberikan secara penuh. Pemerintah hanya mencairkan THR PNS sebesar gaji pokok dan beberapa tunjangan melekat saja, tidak termasuk tunjangan kinerja (tukin). Tak mudah bagi pemerintah untuk mengambil langkah tersebut, namun di sisi lain beban yang dipikul oleh APBN saat ini juga cukup berat untuk menstimulus program PEN. Hingga kini masih terdapat beberapa pos anggaran yang harus dibiayai oleh APBN sehingga menyebabkan anggaran terbatas di antaranya program Kartu Prakerja yang meningkat menjadi Rp 20 triliun, bantuan/subsidi kuota internet untuk pelajar–pengajar, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), serta imbal jasa penjaminan UMKM. Kondisi pandemi yang belum usai masih membutuhkan dana yang tak sedikit dari anggaran APBN untuk penanganan sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19.
Pro dan kontra dalam sebuah kebijakan lumrah terjadi. Meski tak penuh, namun THR yang diberikan kepada seluruh PNS di Indonesia diharapkan dapat berdampak positif bagi perputaran roda ekonomi. Besar harapan pemerintah agar THR bisa segera dibelanjakan (terutama untuk produk dalam negeri) sehingga dapat meningkatkan konsumsi yang selanjutnya berdampak positif bagi perekonomian. Selain itu, sebagai umat muslim, menyisihkan THR untuk membayar zakat pun perlu dilakukan sebagai kewajiban umat Islam. Selain zakat, di bulan Ramadan dan Idul Fitri yang penuh berkah ini juga dapat dijadikan momen untuk memperbesar amal ibadah melalui sedekah. Sesungguhnya meraih rida Allah SWT adalah sebuah tujuan utama kita dalam melakukan ibadah. Jika Allah telah rida kepada kita, maka kita akan senantiasa meraih kasih sayangnya dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya. Limpahan pahala akan senantiasa Allah berikan kepada orang-orang yang melakukan ibadah dengan ikhlas. Limpahan pahala juga Allah janjikan kepada orang-orang yang bersedekah. Semoga.
Peningkatan konsumsi masyarakat di bulan Ramadan dapat dimanfaatkan sebagai momentum Ramadan pemicu paling positif dalam mendorong aktivitas ekonomi. Bahkan, momen ini punya andil penting mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi masyarakat. Makanan, sandang, dan jasa (transportasi dan pembayaran) adalah komoditas dan sektor paling banyak disasar oleh masyarakat. Pada momen ini pemulihan perlu terus didorong dengan tetap menjaga pengendalian pandemi Covid-19.
THR Stimulus Pemulihan Ekonomi
Di tengah kebijakan larangan mudik untuk Lebaran tahun ini, namun tunjangan hari raya (THR) masih tetap menjadi sesuatu yang dinanti di akhir Ramadan. Tak sedikit para karyawan, baik di sektor swasta maupun pemerintah, menantikan momen tersebut. Khusus bagi pegawai negeri sipil (PNS), Menteri Keuangan telah mengabarkan bahwa pencairan THR bagi PNS tahun ini tidak diberikan secara penuh. Pemerintah hanya mencairkan THR PNS sebesar gaji pokok dan beberapa tunjangan melekat saja, tidak termasuk tunjangan kinerja (tukin). Tak mudah bagi pemerintah untuk mengambil langkah tersebut, namun di sisi lain beban yang dipikul oleh APBN saat ini juga cukup berat untuk menstimulus program PEN. Hingga kini masih terdapat beberapa pos anggaran yang harus dibiayai oleh APBN sehingga menyebabkan anggaran terbatas di antaranya program Kartu Prakerja yang meningkat menjadi Rp 20 triliun, bantuan/subsidi kuota internet untuk pelajar–pengajar, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), serta imbal jasa penjaminan UMKM. Kondisi pandemi yang belum usai masih membutuhkan dana yang tak sedikit dari anggaran APBN untuk penanganan sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19.
Pro dan kontra dalam sebuah kebijakan lumrah terjadi. Meski tak penuh, namun THR yang diberikan kepada seluruh PNS di Indonesia diharapkan dapat berdampak positif bagi perputaran roda ekonomi. Besar harapan pemerintah agar THR bisa segera dibelanjakan (terutama untuk produk dalam negeri) sehingga dapat meningkatkan konsumsi yang selanjutnya berdampak positif bagi perekonomian. Selain itu, sebagai umat muslim, menyisihkan THR untuk membayar zakat pun perlu dilakukan sebagai kewajiban umat Islam. Selain zakat, di bulan Ramadan dan Idul Fitri yang penuh berkah ini juga dapat dijadikan momen untuk memperbesar amal ibadah melalui sedekah. Sesungguhnya meraih rida Allah SWT adalah sebuah tujuan utama kita dalam melakukan ibadah. Jika Allah telah rida kepada kita, maka kita akan senantiasa meraih kasih sayangnya dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya. Limpahan pahala akan senantiasa Allah berikan kepada orang-orang yang melakukan ibadah dengan ikhlas. Limpahan pahala juga Allah janjikan kepada orang-orang yang bersedekah. Semoga.
(war)
Lihat Juga :