Laksana Tri Handoko: BRIN Harus Berikan Dampak Ekonomi dari Riset dan Inovasinya

Rabu, 28 April 2021 - 16:26 WIB
loading...
Laksana Tri Handoko:...
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. Tangkapan layar YouTube Setpres
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan, pihaknya akan langsung mengonsolidasikan penelitian dan pengembangan (litbang) yang ada di pemerintah. Ke depan, BRIN harus memberikan dampak ekonomi dari tiap riset dan inovasi yang dilakukannya.

"Kami ditargetkan untuk bisa konsolidasi dalam waktu secepat-cepatnya sehingga kita bisa masuk program baru untuk menciptakan ekosistem riset dan inovasi yang baik untuk negara ini," kata Laksana seusai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021).

BRIN, kata mantan Kepala LIPI itu, harus mampu jadi fasilitator bagi seluruh pihak di pemerintahan maupun di luar pemerintahan terkait dengan aktivitas litbang. "Termasuk dari perguruan tinggi, industri, untuk mengembangkan kompetensinya sehingga mendukung perekonomian negara kita dalam jangka panjang," ucap dia.

Baca juga: Jokowi Resmi Lantik Mendikbudristek, Menteri Investasi dan Kepala BRIN

Pada saat bersamaan, BRIN harus mampu memberikan dampak ekonomi dari berbagai aktivitas riset dan inovasi yang dilakukannya. Selain itu, BRIN harus memicu investasi baru di sektor ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

"Pada saat yang sama kita memberikan dampak ekonomi dari berbagai aktivitas riset dan inovasi dari berbagai litbang, sehingga memberikan dampak ekonomi pada masyarakat. Pada saat yang sama juga memicu investasi baru yang masuk ke sektor IPTEK, baik dari dalam maupun luar negeri sehingga BRIN bisa dirasakan manfaatnya," tutur Laksana.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo resmi melantik Laksana Tri Handoko menjadi Kepala BRIN. Pelantikan didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19M Tahun 2021. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Motif Skandal Riset...
Motif Skandal Riset Palsu Internasional, Pelaku Incar Travel Grant ke Luar Negeri
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Mendiktisaintek Brian...
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Bakal Bawa Skandal Riset Palsu ke Jalur Hukum
Polemik Peneliti Pakai...
Polemik Peneliti Pakai Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia, DPR Dorong Investigasi
Inovasi Terapi Standar...
Inovasi Terapi Standar Global untuk Penderita Stroke di Indonesia
ABPEDNAS-Kejaksaan Tegakkan...
ABPEDNAS-Kejaksaan Tegakkan Standar Inovasi dan Akuntabilitas Desa
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Rekomendasi
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Bantah Nikmati Uang...
Bantah Nikmati Uang Jemaah Hanania, Keanu AGL Serahkan Rekening Koran ke Polisi
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Berita Terkini
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved