Harkitnas dan Idul Fitri Jadi Penyemangat Lawan Virus Corona
Kamis, 21 Mei 2020 - 22:04 WIB
loading...
A
A
A
“Kekuatan endogen dari keluarga inti, yakni keluarga yang menyatu kembali seperti zaman-zaman dahulu. Keluarga yang kokoh itu menjadi pilar dari kokohnya agama dan kokohnya negara. Ini yang saya lihat dari peristiwa COVID-19 ini dengan tiga peristiwa itu memiliki efek yang sangat luar biasa. Bahwa kerekatan keluarga itu telah terjadi lagi, setelah cukup lama agak renggang karena mengalami problem modernisasi dan globalisasi,” tutur Adnan.
Dia menganggap pandemi Covid-19 telah menjadi pembelajaran luar biasa bagi bangsa Indonesia. Pembelajarannya itu sendiri ada dua, artirnya dari aspek negara dan pemerintah.
“Hal-hal pokok yang sifatnya pondasi, saya kira tidak boleh ditinggalkan oleh pemerintah. Contohnya ketahanan pangan, kemudian manufaktur industri dalam negeri tentunya ini menjadi hal yang harus dipikirkan karena ini merupakan bagian dari pondasi kita,” tuturnya.
Menurut Adnan, pemerintah saat ini telah merespons hal itu dengan membuat kebijakan diversifikasi pangan yang telah dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres).
"Untungnya pemerintah sudah meresponnya, termasuk kebijakan soal diversifikasi pangan. Pangan tidak sekadar padi, tetapi bermacam-macam seperti ubi yang sudah keluar Perpresnya yang saya kira sangat bagus itu untuk bangsa kita,” ucapnya
Sebelum ada pandemi Covid-19, kata dia, masyarakat cenderung menjadi masyarakat yang konsumtif. Suka menghambur-hamburkan sesuatu yang tidak berguna.
Pandemi Corona dikatakannya justru membuat masyarakat menjadi lebih disiplin. Masyarakat lebih bisa memilah-milah kebutuhan dan keinginan yang digunakan untuk membangun pondasi keluarga, yaitu pangan dan pendidikan.
Menurut dia, perlu konsistensi kebijakan terkait penanggulangan pandemi Covid-19 beserta dampaknya, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Karena sikap pemerintah yang akan diikuti oleh masyarakat.
Dia menganggap pandemi Covid-19 telah menjadi pembelajaran luar biasa bagi bangsa Indonesia. Pembelajarannya itu sendiri ada dua, artirnya dari aspek negara dan pemerintah.
“Hal-hal pokok yang sifatnya pondasi, saya kira tidak boleh ditinggalkan oleh pemerintah. Contohnya ketahanan pangan, kemudian manufaktur industri dalam negeri tentunya ini menjadi hal yang harus dipikirkan karena ini merupakan bagian dari pondasi kita,” tuturnya.
Menurut Adnan, pemerintah saat ini telah merespons hal itu dengan membuat kebijakan diversifikasi pangan yang telah dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres).
"Untungnya pemerintah sudah meresponnya, termasuk kebijakan soal diversifikasi pangan. Pangan tidak sekadar padi, tetapi bermacam-macam seperti ubi yang sudah keluar Perpresnya yang saya kira sangat bagus itu untuk bangsa kita,” ucapnya
Sebelum ada pandemi Covid-19, kata dia, masyarakat cenderung menjadi masyarakat yang konsumtif. Suka menghambur-hamburkan sesuatu yang tidak berguna.
Pandemi Corona dikatakannya justru membuat masyarakat menjadi lebih disiplin. Masyarakat lebih bisa memilah-milah kebutuhan dan keinginan yang digunakan untuk membangun pondasi keluarga, yaitu pangan dan pendidikan.
Menurut dia, perlu konsistensi kebijakan terkait penanggulangan pandemi Covid-19 beserta dampaknya, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Karena sikap pemerintah yang akan diikuti oleh masyarakat.
Lihat Juga :