Kelompok Separatis Papua Layak Dilabeli Gerombolan Teroris

Selasa, 27 April 2021 - 12:04 WIB
loading...
Kelompok Separatis Papua...
Ulah Kelompok Separatis Papua (sering disebut Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB) yang senantiasa mengganggu keamanan warga layak mendapatkan label teroris. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ulah Kelompok Separatis Papua (sering disebut Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB) yang senantiasa mengganggu keamanan warga dengan melakukan perampokan, pengacauan keamanan bahkan pembunuhan keji, membuatnya layak mendapatkan label gerombolan teroris dan diperangi dengan operasi tempur yang berintikan Polri-TNI.

Baca juga: Kabinda Papua Gugur, DPR Dukung TNI-Polri Tumpas KKB

Sikap tegas Presiden Jokowi yang memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk menangkap pelaku pembunuhan keji Kepala BIN Daerah Papua, sudah tepat dan perlu segera ditindaklanjuti dengan maksimal.

Kedua hal tersebut menjadi inti pernyataan yang ditegaskan Direktur Eksekutif Indonesia Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Nova Andika, kepada media di Jakarta.
Kelompok Separatis Papua Layak Dilabeli Gerombolan Teroris

Baca juga: Detik-Detik Penghormatan Terakhir kepada Jenazah Kabinda Papua

Nova menyatakan, pemakaian sebutan baru sebagai kelompok separatis-teroris papua (KST) kepada kelompok yang sebelumnya disebut sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB) tersebut memang sudah layak, karena kekejian yang dilakukan kelompok memang kekejian geromboilan teroris.

"Kekejian mereka yang tanpa perikemanusiaan, yang ditujukan tidak hanya kepada aparat keamanan, melainkan kepada warga masyarakat, membunuh guru, dan bahkan melakukan kekejian kepada anak-anak sekolah dengan membakar gedung sekolah mereka, membuat kelompok ini wajib disebut kelompok separatis-teroris dan layak diperangi dengan operasi tempur," kata Nova, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Dituding Pro-Radikalisme, Sosok Kuntjoro Pinardi: Pendukung Jokowi dan Turut Membangun Papua

Menurut Nova, cara tersebut akan jauh lebih efektif untuk segera mengembalikan kondisi keamanan di Papua, yang tidak hanya akan memungkinkan warga kembali mendapatkan rasa aman untuk beraktivitas sosial, tetapi juga mengembalikan kondisi Papua untuk kembali melakukan aktivitas pembangunan demi mengejar ketertinggalan selama ini.

Mayoritas rakyat Papua, kata Nova, tentu menginginkan keamanan dan kedamaian, yang membuat Papua kondusif untuk melakukan pembangunan ekonomi demi mengejar kesejahteraan warga.

Terakhir, kata Nova, kelompok tersebut dengan darah dingin membunuh Kepala BIN Papua, Brigjen I Gusti Putu Danny Karya Nugraha hingga tewas. Brigjen Putu Danny sendiri tengah melakukan observasi lapangan guna mempercepat pemulihan keamanan pasca-aksi brutal kelompok separatis Papua di wilayah tersebut. Namun kemudian justru terjadi kontak tembak dengan kelompok separatis-teroris yang berujung pada tertembaknya Putu Danny di bagian kepala.

Karena itu Nova menyatakan apresiasi dan salut atas sikap Presiden Joko Widodo yang segera memerintahkan Kepala Polri dan Panglima TNI untuk secepat mungkin menangkap pelaku penembakan sadis tersebut.

"Respons Presiden Jokowi dengan segera memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk menangkap pelaku, sungguh tepat. Itu artinya Presiden menjunjung tinggi hukum, serta menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kalangan mana pun untuk merasa kebal hukum," ucap Nova.

Di luar semua itu, Nova menyatakan keheranannya atas sikap Komnas HAM yang dikemukakan ketuanya, Ahmad Taufan Damanik, belum lama ini. Diketahui bahwa Damanik menyatakan bahwa Komnas HAM menolak menjadikan kelompok KKB sebagai kelompok separatis-teroris.

"Keliatannya gagah, makin meyakinkan, tapi kita lupa dengan menjadikan mereka kelompok teroris, ini akan menjadi semakin complicated, semakin kompleks masalahnya," ujar Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, di berbagai media massa, pekan lalu.

Nova juga menyatakan rasa heran manakala Komnas HAM menyatakan tidak bisa menyamakan Kelompok Separatis-Teroris papua dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

"Kalau untuk memberantas GAM saja bisa diberlakukan Daerah Operasi Militer (DOM), mengapa seolah ada pembedaan terhadap kelompok separatis-terosris Papua, yang tak hanya hendak memisahkan diri, tapi juga meneror keji warga Papua?” jelas Nova.

Ia melihat penolakan itu hanya akan membuat persoalan separatisme-terorisme di Papua berlarut-larut tanpa batas waktu tertentu.

"Apakah kita tega membiarkan warga Papua terus merasakan teror dan ketakutan, dan justru yang dilihat hanya hak asasi para separatis-teroris itu, bukan hak warga yang lebih banyak untuk hidup aman tanpa teror," kata dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, segera setelah insiden pembunuhan Brigjen Putu Danny, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengejar pelaku yang menembak Kepala BIN Papua Brigjen I Gusti Putu hingga tewas.

"Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua atau pun di seluruh pelosok Tanah Air," ujar Jokowi.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat Militer: Pembangunan,...
Pengamat Militer: Pembangunan, Keamanan, dan Keadilan Sosial Kunci Atasi Konflik Papua
Lumpuhkan 10 OPM dan...
Lumpuhkan 10 OPM dan Rebut 56 Markas, Satgas Marinir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari KSAL
1 Mei, Papua, dan Janji...
1 Mei, Papua, dan Janji yang Belum Selesai
Cegah Eskalasi Kekerasan,...
Cegah Eskalasi Kekerasan, Pemerintah Diminta Buat Resolusi Konflik Papua
Seruan Papua Connection:...
Seruan Papua Connection: Lindungi Guru dan Nakes, Hentikan Kekerasan di Tanah Papua
Operasi Damai Cartenz...
Operasi Damai Cartenz Tangkap 28 Orang di Yahukimo, 9 Ditetapkan Tersangka
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Wadanyon HSSBI KKB Kodap...
Wadanyon HSSBI KKB Kodap XVI Yahukimo Ditangkap, Satgas Cartenz Sita Amunisi dan Sajam
Satgas Tetapkan 1 Jaringan...
Satgas Tetapkan 1 Jaringan KKB Tersangka Pembunuhan di Yahukimo
Rekomendasi
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Berita Terkini
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Infografis
3 Alasan Ukraina Kini...
3 Alasan Ukraina Kini Layak Disebut Sebagai Penjara Terbuka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved