Antisipasi Informasi Tak Sehat, Kominfo Luncurkan 4 Modul Literasi
Jum'at, 23 April 2021 - 19:01 WIB
loading...
Tenaga Ahli Menteri (TAM) Kominfo, Devie Rahmawati mengatakan, Kominfo berupaya terus mempersempit digital divide di Indonesia dengan pembangunan infrastruktur. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Tenaga Ahli Menteri (TAM) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Devie Rahmawati mengatakan, Kominfo berupaya untuk terus mempersempit digital divide di Indonesia dengan pembangunan infrastruktur digital yang membuat seluruh masyarakat Indonesia dapat terkoneksi satu sama lain dengan lancar melalui jaringan internet.
Baca juga: Lewat Edaran, Kominfo Kembali Imbau Masyarakat Tak Mudik Lebaran
Maka dari itu, masyarakat harus memiliki kecakapan digital yang memegang teguh etika dan budaya yang berlandaskan Pancasila. Dari sinilah kehadiran modul literasi digital memiliki peran yang sama krusialnya dengan membangun jaringan internet dari segi infrastruktur.
Baca juga: Menkominfo Sebut Perempuan Punya Peran Besar dalam Pengembangan Digital
"4 (empat) modul literasi digital yang diluncurkan Kominfo, Japelidi dan Siberkreasi dimaksudkan untuk membangun sistem imunitas masyarakat dari berbagai informasi yang tidak sehat, aman dan bermanfaat. Mengingat kecepatan penyebaran hoaks misalnya, melebihi kecepatan untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi," kata Devie, Jumat (23/4/2021).
Baca juga: Lewat Edaran, Kominfo Kembali Imbau Masyarakat Tak Mudik Lebaran
Maka dari itu, masyarakat harus memiliki kecakapan digital yang memegang teguh etika dan budaya yang berlandaskan Pancasila. Dari sinilah kehadiran modul literasi digital memiliki peran yang sama krusialnya dengan membangun jaringan internet dari segi infrastruktur.
Baca juga: Menkominfo Sebut Perempuan Punya Peran Besar dalam Pengembangan Digital
"4 (empat) modul literasi digital yang diluncurkan Kominfo, Japelidi dan Siberkreasi dimaksudkan untuk membangun sistem imunitas masyarakat dari berbagai informasi yang tidak sehat, aman dan bermanfaat. Mengingat kecepatan penyebaran hoaks misalnya, melebihi kecepatan untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi," kata Devie, Jumat (23/4/2021).
Lihat Juga :