Tiga Ciri Pemilu 2024: Pandemi, Resesi, Suksesi
Jum'at, 23 April 2021 - 22:12 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan demikian bisa tergambar oleh kita seperti apa kesulitan hidup, terutama di bidang ekonomi, yang dialami oleh masyarakat ketika menghadapi Pemilu 2024," ujarnya.
Baca juga: Solidnya PKS-Demokrat Kabar Baik bagi Masa Depan Demokrasi
Terkait suksesi, Eep mengatakan, politik Indonesia ditandai oleh siklus yang unik sejak adanya pemilihan presiden langsung pada 2004. Kata dia, setiap lima tahun sekali demam, setiap sepuluh tahun sekali kejang-kejang.
"Demam karena ada pemilu presiden yang biasanya jadi daya magnet elektoral yang terbesar, sulit dibantah itu. Dan setiap sepuluh tahun, presiden harus berganti karena Konstitusi hanya membolehkan yang bersangkutan sebagai presiden dua periode saja. Dan pada saat itu, demam meningkat menjadi kejang-kejang. Nah 2024 itu bukan lagi demam seperti Pemilu 2019, ini pemilu kejang-kejang dari sisi suksesi. Jadi, pandemi, resesi, dan suksesi menjadi ciri penting dari Pemilu 2024," jelasnya.
Baca juga: Solidnya PKS-Demokrat Kabar Baik bagi Masa Depan Demokrasi
Terkait suksesi, Eep mengatakan, politik Indonesia ditandai oleh siklus yang unik sejak adanya pemilihan presiden langsung pada 2004. Kata dia, setiap lima tahun sekali demam, setiap sepuluh tahun sekali kejang-kejang.
"Demam karena ada pemilu presiden yang biasanya jadi daya magnet elektoral yang terbesar, sulit dibantah itu. Dan setiap sepuluh tahun, presiden harus berganti karena Konstitusi hanya membolehkan yang bersangkutan sebagai presiden dua periode saja. Dan pada saat itu, demam meningkat menjadi kejang-kejang. Nah 2024 itu bukan lagi demam seperti Pemilu 2019, ini pemilu kejang-kejang dari sisi suksesi. Jadi, pandemi, resesi, dan suksesi menjadi ciri penting dari Pemilu 2024," jelasnya.
(zik)