Tiga Ciri Pemilu 2024: Pandemi, Resesi, Suksesi
Jum'at, 23 April 2021 - 22:12 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengamat politik Eep Saefulloh Fatah menyebut Pemilu 2024 memiliki tiga ciri yang sangat unik. Ketiga ciri tersebut yakni pandemi, resesi, suksesi .
"Inilah pemilu ketika dampak pandemi belum sepenuhnya hilang. Mudah-mudahan pada saat pemilu diadakan, pandemi sudah berakhir," kata Eep dalam diskusi Indonesia Leaders Talk bertema 'Poros Islam dan Pemilu 2024' yang tayang di Channel YouTube Rasil TV, Jumat (23/4/2021) malam.
Eep menambahkan, meski pada 2024 pandemi telah berakhir, dampaknya diperkirakan tidak mungkin cepat sirna. Menurut Eep, salah satu dampak pandemi adalah resesi. "Secara ekonomi kita jungkir balik," katanya.
Baca juga: PAN Tidak Akan Ikut Poros Islam di Pemilu 2024, Ini Alasannya
Founder and CEO PolMark Indonesia ini menjelaskan, dalam survei yang dilakukan pihaknya bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada November 2020, sebanyak 82 persen pemilih di Indonesia mengaku turun penghasilannya secara signifikan. Lalu, sebanyak 72 persen pemilih mengaku ekonomi dan kehidupan keluarganya sehari-hari merosot secara tajam, memburuk secara signifikan. Dan, 37 persen pemilih mengaku dirinya dan keluarganya kehilangan pekerjaan.
"Inilah pemilu ketika dampak pandemi belum sepenuhnya hilang. Mudah-mudahan pada saat pemilu diadakan, pandemi sudah berakhir," kata Eep dalam diskusi Indonesia Leaders Talk bertema 'Poros Islam dan Pemilu 2024' yang tayang di Channel YouTube Rasil TV, Jumat (23/4/2021) malam.
Eep menambahkan, meski pada 2024 pandemi telah berakhir, dampaknya diperkirakan tidak mungkin cepat sirna. Menurut Eep, salah satu dampak pandemi adalah resesi. "Secara ekonomi kita jungkir balik," katanya.
Baca juga: PAN Tidak Akan Ikut Poros Islam di Pemilu 2024, Ini Alasannya
Founder and CEO PolMark Indonesia ini menjelaskan, dalam survei yang dilakukan pihaknya bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada November 2020, sebanyak 82 persen pemilih di Indonesia mengaku turun penghasilannya secara signifikan. Lalu, sebanyak 72 persen pemilih mengaku ekonomi dan kehidupan keluarganya sehari-hari merosot secara tajam, memburuk secara signifikan. Dan, 37 persen pemilih mengaku dirinya dan keluarganya kehilangan pekerjaan.